Tesis
Analisis tingkat literasi dan inklusi keuangan driver gojek di Kota Malang pengguna pinjaman online terhadap nilai tukar pendapatan rumah tangga / Arif Amrullah
Abstrak
Dari publikasi OJK tentang tingkat literasi keuangan berdasarkan wilayah KOJK menunjukan bahwa tingkat literasi keuangan Kota Malang terukur pada level 69 43% atau jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yakni 49 68%. Dalam publikasi tersebut demografi responden sebesar 80% bekerja dalam sektor formal dengan 60% tingkat Pendidikan perguruan tinggi. Dan masih banyaknya fenomena driver Gojek yang menggunakan pinjaman online. Oleh karena itu dibutuhkannya penelitian secara khusus tentang tingkat literasi dan inklusi keuangan driver Gojek di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan driver Gojek pengguna pinjaman online di Kota Malang mengetahui tingkat inklusi keuangan driver Gojek pengguna pinjaman online di Kota Malang dan mengetahui literasi dan inklusi keuangan meningkatkan kesejahteraan driver Gojek pengguna pinjaman online di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan asumsi filosofi konstruktivis. Penelitian ini juga menggunakan pendekaran deskriptif kualitatif dimana sebuah metode yang berlandaskan pada filsafat post positivisme. Instrumen yang digunakan menggunakan survei dengan 100 partisipan driver Gojek di Kota Malang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif tingkat literasi dan inklusi keuangan kesejahteraan secara objektif dan subjektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi driver Gojek di Kota Malang terukur pada tingkat 67 92% yang menandakan pada tingkatan sedang dengan hanya terdapat 7% yang memiliki tingkat literasi tinggi. Sedangkan tingkat inklusi driver Gojek di Kota Malang terukur pada tingkat 66 83%. Terdapat gap sebesar 19 7% dengan rata-rata tingkat inklusi di Kota Malang. Juga menunjukan hanya 7% yang memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi. Terdapat 2% driver Gojek di Kota Malang yang masing-masing memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang tinggi. Hasil lain menunjukan 88% dinyatakan sejahtera dengan kategori UMR dan 84% juga dinyatakan sejahtera dengan menghitung nilai tukar pendapatan. Secara subjektif 91% dikategorikan sejahtera dengan indicator tertinggi yaitu keharmonisan keluarga sebesar 73%. Diikuti oleh indicator lingkungan hidup yang baik sebesar 60%. Namun indicator rumah dan asset terhitung rendah dengan hanya sebesar 37%.