Disertasi
Pengaruh pelatihan resiliensi terhadap stres akademik mahasiswa / Siti Nurlaila
Abstrak
Stres akademik terjadi pada jenjang pendikan mulai tingkat sekolah sampai Perguruan Tinggi. Mahasiswa di tingkat perguruan tinggi beragam juga dari tingkat sarjana pasca sarjana dan doktoral. Penelitian- penelitian terdahulu melaporkan stres akademik memiliki dampak terhadap kesehatan peningkatan konsumsi alkohol dan obat-obatan prestasi akademik mudah tersinggung kecemasan depresi kesejahteraan psikologis yang lebih rendah dan berdampak pada lembaga pendidikan. Berbagai riset menemukan pikiran-pikiran irasional tentang diri serta keyakinan dan resiliensi sebagai sumber daya individu memiliki korelasi dengan stres akademik. Studi meta analisis juga menyarankan perlunya mengembangkan model intervensi yang berbasis pada sumber daya yang dimiki individu. Sumber daya ini digunakan untuk menghadapi stres akademik. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pelatihan resiliensi terhadap stres akademik mahasiswa. Pelatihan Resiliensi merupakan program intervensi yang dikembangkan dari kognitif prilaku relaksasi dan latihan keterampilan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Randomized Pre-Test Post-Test Follow-Up. Secara teknis peneliti membagi partisipan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara random. Pada kelompok eksperimen diberi intervensi pelatihan resiliensi sebanyak delapan sesi yang dilaksanakan selama tiga minggu (setiap minggu satu kali pertemuan setiap pertemuan dua sampai tiga sesi setiap sesi berdurasi 90 menit). Kedua kelompok mendapatkan pengukuran sebelum intervensi (pre-test) setelah intervensi (post-test) dan setelah tindak lanjut dua minggu (follow-up). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang berjumlah 3.373. Partisipan penelitian berjumlah 46 mahasiswa dengan skor stres akademik dalam kategori sedang dan tinggi yang dibagi secara random ke dalam kelompok eksperimen (n 23) dan kelompok kontrol (n 23) menggunakan random sederhana (undian). Instrumen penelitian ini menggunakan sekala stres akademik yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh peneliti ( alpha 0 842) dan Pelatihan Resiliensi dikembangkan dari aspek-aspek Resiliensi Reivich dan Shatee (2002) (CVI 1 00). Hasil analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA) menunjukkan ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Resiliensi terhadap stres akademik mahasiswa [F(2 40) 13 273 p lt 0 05]. Artinya intervensi Pelatihan Resiliensi sebanyak delapan sesi dan tindak lanjut dua minggu signifikan untuk menurunkan stres akademik mahasiswa. Penghitungan Effect Size diperoleh skor Eta Squared p2 0 399 ( p2 gt 0 38) yang berarti intervensi Pelatihan Resiliensi selama delapan sesi dan tindak lanjut dua minggu memiliki efek yang besar untuk menurunkan stres akademik mahasiswa. Hasil penelitian juga menunjukkan efek langsung pelatihan resiliensi setelah intervensi selesai [F(1 41) 23 777 p lt 0 000 p sup2 -0 367] lebih rendah jika dibandingkan dengan efek jangka panjang (setelah tindak lanjut dua minggu) [F(1) 25 333 p lt 0 000 p2 0 367] Penelitan sebelumnya menjelaskan belum ada penelitian yang secara spesifik menggunakan Pelatihan Resiliensi untuk menurunkan stres akademik mahasiswa sehingga secara praktis hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penggunaan intervensi Pelatihan Resiliensi bagi mahasiswa bagi Perguruan Tinggi dan pihak-pihak yang terkait dengan upaya penurunan stres akademik mahasiswa.