Tesis
Analisis pembelajaran berbasis proyek pada teaching factory SMK (studi Multikasus di SMK Islam 1 Blitar dan SMK Veteran 1 Tulungagung)/ Rohman
Abstrak
RINGKASAN Rohman. 2023. Analisis Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Teaching Factory Di SMK (Studi Multikasus di SMK Islam 1 Blitar dan SMK Veteran 1 Tulungagung) Tesis Pendidikan Kejuruan Program Magister Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yoto S.T. M.Pd. M.M. (II) Dr. Widiyanti M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Berbasis Proyek Teaching Factory SMK Pendidikan merupakan metode yang manusia lakukan untuk meningkatkan mengembangkan dan menyiapkan potensi agar siap menghadapi kehidupan di masa depan. Di Indonesia sistem pendidikan terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pendidikan dasar yang mencakup sekolah dasar (2) pendidikan menengah yang mencakup sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas/kejuruan dan (3) pendidikan tinggi yang terdiri dari pendidikan tinggi vokasi dan pendidikan tinggi. Pada tahun 2016 pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ditandai dengan berbagai perubahan signifikan mulai dari program revitalisasi SMK hingga program SMK Pusat Keunggulan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 terlihat pada gambar 1 bahwa pada bulan Februari 2022 Tingkat Partisipasi Tertinggi (TPT) berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkontribusi sebesar 10 38 persen mengungguli lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. Untuk meningkatkan keterserapan lulusan SMK agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahliannya SMK telah mengadopsi strategi pengembangan inovasi pembelajaran. Salah satu strategi yang diadopsi adalah Pembelajaran Berbasis Proyek yang menggunakan proyek sebagai sarana dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan lunak keterampilan teknis dan karakter. Penelitian ini berfokus pada Analisis Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Teaching Factory di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Multikasus. Situs yang digunakan penelitian bertempat pada SMK Islam 1 Blitar dan SMK Veteran 1 Tulungagung. Informan yang akan menjadi narasumber wawancara yakni yakni Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum Kepala Program Keahlian Kepala Bengkel Guru. Tahapan penelitian kualitatif terdiri dari (1) pra-lapangan (2) tahap lapangan (3) tahap pekerjaan lapangan dan (4) tahap analisis data. Hasil penelitian didapatkan (1) Persiapan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) pada Teaching Factory di SMK dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan workshop kegiatan bimbingan teknis dilakukan oleh SMK pada awal pembelajaran proses pembuatan perangkat mengajar dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dan terkontrol oleh tim kurikulum serta proses penyusunan jobsheet dalam pembelajaran di SMK mengambil pedoman dari produk-produk yang ada di dunia industri (2) analisis Pelaksanaan PjBL pada Teaching Factory di SMK dimulai guru melakukan evaluasi awal karakteristik siswa dengan tujuan untuk memahami tingkat keterlibatan dilanjutkan dengan pemantauan kelas/monitoring merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru dan instruktur industri. pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam Teaching Factory dimulai dengan langkah-langkah yakni merancang gambar kerja analisis v langkah kerja standar operasional prosedur (SOP) kolaborasi guru industri dan konsumen (3) Analisis evaluasi dan penilaian PjBL pada Teaching Factory di SMK yang meliputi pengecekan dimensi dan ukuran siswa melakukan pengecekan kepresisian produk estetika Produk Standar Operasional Prosedur (SOP) serta (4) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan PjBL pada Teaching Factory yang meliputi guru antusias siswa dalam belajar sarana prasarana yang mendukung keterlibatan manajemen wali murid dan industri mitra.