Tesis
Pengaruh blended learning berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran pengelasan SMAW / Rendi Purnawirawan
Abstrak
RINGKASAN Purnawirawan Rendi. 2023. Pengaruh Blended Learning Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Pengelasan SMAW. Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yoto S.T. M.M. M. Pd. (II). Dr. Syarif Suhartadi M.Pd Kata Kunci blended learning SMAW hasil pembelajaran. Dalam era perkembangan teknologi dan pendidikan yang terus berubah implementasi Blended Learning berbasis masalah telah menjadi fokus perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai tingkatan pendidikan. Mata pelajaran Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) merupakan mata pelajaran yang memerlukan kemampuan pemecahan masalah yang kuat mengingat tingkat keahlian dan ketelitian yang diperlukan dalam proses pengelasan. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar SMAW antara peserta didik yang diajar dengan menggunakan Blended Learning berbasis masalah dengan Collaborative Learning di SMK Negeri 1 Udanawu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimental. Pada penelitian ini memerlukan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang secara alami telah terbentuk dalam satu kelompok. Perlakuan yang sama dari segi tujuan dan isi bahan ajar diberikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen hanya metode pembelajaran yang menjadi perbedaan pada kedua kelas tersebut. Dimana pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran collaborative learning sedangkan kelas eksperimen menggunakan blended learning berbasis masalah pada mata pelajaran SMAW sub materi menganalisis kesalahan dan cacat pengelasan pada proses pengelasan las busur manual (SMAW). Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara pembelajaran yang mengunakan model collaborative learning dan model blended learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran SMAW. Uji t dilakukan terhadap data setelah perlakuan untuk mengetahui kondisi akhir pada kelas penelitian. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan SPSS 25.0 for Windows diperoleh data bahwa hasil uji normalitas diperoleh pada bagian kolom Shapiro-Wilk nilai siginifikansi pada kelas eksperimen (Blended Learning) sebesar 0 075 sedangkan pada kelas kontrol (Collaborative Learning) sebesar 0 137. Berdasarkan syarat uji normalitas yang ada diperoleh data kedua nilai signifikansi diatas 0 05. Maka data tersebut berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0 639. Berdasarkan data tersebut nilai signifikansi diatas 0 05 maka data tersebut dikatan homogen (varians data sama). Sedangkan hasil uji t diperoleh data bahwa nilai signifikansi sebesar 0 002 yang berarti nilai signifikansi lt 0 05. Dari data tersebut berarti bahwa Ho ditolak yang berarti ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang siginifikan antara penerapan blended learning berbasis masalah dan pembelajaran collaborative learning terhadap hasil belajar mata pelajaran SMAW di kelas XII Teknik Pengelasan SMK Negeri 1 Udanawu. Bagi peneliti berikutnya kami merekomendasikan untuk lebih memperluas lingkup penelitian dengan menggali lebih dalam tentang pengaruh berbagai faktor seperti karakteristik siswa dan konteks sekolah terhadap efektivitas blended learning dalam mata pelajaran ini.