Skripsi
Studi kelayakan minyak trafo menggunakan hasil pengujian BDV (Breakdown Voltage) dan DGA (Dissolved Gas Analysis) / F X Yuswanto Dwi Irawan
Abstrak
Transformator merupakan salah satu bagian utama dalam sistem tegangan tinggi pada sistem tenaga listrik. Transformator memiliki fungsi sebagai penyalur tegangan dari tegangan tinggi ke rendah ataupun sebaliknya. Sebagai bagian utama transformator dapat menyebabkan kerugian yang besar apabila mengalami gangguan. Salah satu penyebab terjadinya gangguan adalah pada kegagalan isolasi salah satunya isolasi minyak. Minyak pada transformator berfungsi untuk memisahkan dua penghantar secara elektris dan juga sebagai pendingin. Sifat tahanan isolasi minyak trafo dapat berkurang seiring berjalannya waktu akibat beban beruba medan listrik dan suhu yang dikenakannya. Panas yang terkena pada trafo dapat menimbulkan terbentuknya molekul molekul gas terlarut yang dapat menggangu kinerja dari minyak isolasi trafo. Minyak Transformator terbuat dari minyak alami yang merupakan gabungan dari beberapa ikatan hidrokarbon. Gas-gas terlarut yang berada pada minyak trafo dapat mempengaruhi sifat murni minyak trafo. DGA (Dissolved Gas Analysis) dan BDV (Breakdown Voltage) merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui tegangan tembus minyak dan juga gas terlarut yang ada di dalam minyak trafo. Pada pengujian DGA ada berbagai macam metode yang dapat digunakan untuk mengethui fault gas yang terjadi pada kandungan minyak tersebut. Pada penelitian ini menggunakan 2 macam pengujian yaitu BDV dan DGA untuk menganalisis kondisi tahanan isolai minyak. Metode DGA yang di gunakan yaitu TDCG Key Gas Roger Ratio dan Duval pentagon.. Pada penelitian ini menggunakan 12 sampel minyak trafo yang terdapat pada Garu Induk di wilayah ULTG Malang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa jenis fault gas pada 12 sampel yang di gunakan adalah jenis low thermal faul dikarenakan didapatkan hasil bahwa kegagalan yang terjadi terdapat pada rentang 120 - 300 . Meskipun demikian ada beberapa trafo yang perlu melakukan pemeliharaan karena melapaui batas sesuai standard yang ditetapkan oleh PLN. Setiap metode menghasilkan indikasinya masing-masing sesuai dengan metode interpretasinya sehingga perlu ditarik kesimpulan dari masing masing interpretasinya. Hasil uji DGA memiliki hubungan sebab dan akibat dengan hsil Uji BDV. Apabila BDV bernilai rendah maka minyak isolasi pada trafo mudah ditembus oleh tegangan listik hal ini dapat menyebabkan degradasi minyak dan akibatnya dalam minyak isolasi akan terdapat gas gas terlarut yang dapat diketahui melalui hasil uji DGA.