Skripsi
Nilai kearifan lokal pada tokoh perempuan jawa dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto / Azura Ikfriyultika Naula
Abstrak
Budaya adalah suatu cara hidup yang tercipta berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur termasuk sistem agama dan politik adat istiadat bahasa alat perkakas pakaian bangunan dan karya seni.Tema tentang nilai-nilai kearifan lokal budaya telah banyak diangkat dalam cerita fiksi seperti cerita pendek dan novel. Banyak pengarang-pengarang yang menuangkan idenya dengan tema kebudayaan dan dituangkan dalam tulisan yang begitu bagus dan mudah untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peran tokoh perempuan Jawa di sektor domestik dan publik dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto. 2) bentuk kearifan lokal yang digambaran oleh peran tokoh perempuan di sektor domestik dan publik dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian analisis teks. Peneliti menjabarkan secara mendalam nilai kearifan budaya Jawa yang dilakukan oleh tokoh Bu Bei dan Ni sebagai tokoh perempuan utama dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto. Hasil dari penelitian menunjukan jika ditemukannya nilai kearifan lokal pada novel Canting karya Arswendo Atmowiloto yang dapat kita bagi dalam tiga hal yang pertama yaitu sikap tunduk dan patuh. Dalam masyarakat Jawa seorang suami merupakan kepala keluarga yang harus dihormati dan ditinggikan derajatnya oleh anggota keluarga yang lain terutama oleh istri.Yang kedua yaitu giat bekerja dan rajin. Perempuan Jawa dituntut untuk selalu menjaga kerapihan namun juga harus bekerja keras utamanya dalam hal atau mengurus rumah.Yang ketiga sikap pasrah atau nerimo ing pandhum. Ada istilah dalam Bahasa Jawa nerimo ing pandhum yang artinya menerima apa yang diberikan atau didapatkan. Namun sikap nerimo ini bukan hanya tentang bagaimana manusia menerima yang sudah ada harus dibarengi dengan kerja keras.