Skripsi
Analisa numerik kinerja sambungan balok dan kolom berpenampang hollow dari laminasi bambu menggunakan glue in rod-kotak baja / Nabilla Salsabihanum
Abstrak
Sambungan glue in rod umum digunakan pada konstruksi yang memiliki elemen struktur berasal dari material alam dengan keterbatasan ukuran seperti pada hubungan balok dan kolom bambu laminasi. Dalam perkembangannya sambungan glue in rod diketahui kurang efektif dalam proses erection. Penelitian terbaru menunjukkan penambahan baja perangkai pada sambungan glue in rod dapat mengatasi kekurangan tersebut. Namun penggunaan baja perangkai profil UNP pada penelitian tersebut menunjukkan gagal layan saat dikombinasikan dengan threaded rod diameter 10 mm. Hal ini menunjukkan bahwa baja perangkai pada sambungan kurang kuat dan kaku. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian lanjutan dengan perubahan bentuk pada baja perangkai dari profil UNP menjadi kotak baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kekuatan kekakuan daktilitas dan tipe kegagalan pada sambungan balok dan kolom bambu laminasi berpenampang hollow menggunakan glue in rod berperangkai kotak baja. Metode penelitian menggunakan analisa numeris FEA dengan bantuan software ANSYS. Jumlah benda uji yang digunakan yaitu 6 buah benda uji dengan 3 variasi diameter threaded rod (6 mm 8 mm dan 10 mm) dan 2 konfigurasi jumlah threaded rod yang digunakan (konfigurasi 4 dan konfigurasi 6). Hasil penelitian menunjukkan kurva hubungan momen-rotasi tidak menunjukkan puncak sebab pendefinisian material baja menggunakan kurva bilinier sehingga nilai kekuatan diambil pada saat leleh di seluruh penampang threaded rod. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang sama pada nilai kekuatan dan kekakuan yaitu semakin besar diameter dan jumlah konfigurasi threaded rod maka semakin besar kekuatan dan kekakuan sambungan. Nilai kekuatan leleh sambungan dari yang terkecil hingga yang terbesar berturut-turut yaitu 2 335 kNm (B6-4) 3 325 kNm (B6-6) 5 732 kNm (B8-4) 8 280 kNm (B8-6) 9 024 kNm (B10-4) 12 178 kNm (B10-6). Nilai kekakuan sambungan dari yang terkecil hingga yang terbesar berturut-turut yaitu 234 50 kN/rad (B6-4) 325 80 kNm/rad (B6-6) 331 20 kNm/rad (B8-4) 395 7 kNm/rad (B8-6) 433 60 kNm/rad (B10-4) 474 80 kNm/rad (B10-6). Sedangkan nilai daktilitas terbesar yaitu 2 98 (B6-4). Tipe kegagalan yang terjadi pada benda uji B6-4 B8-4 B10-4 dan B6-6 adalah putus pada threaded rod dan tipe kegagalan yang terjadi pada benda uji B8-6 dan B10-6 adalah gagal layan.