Tesis
Uji efektivitas penambahan bakteri dan penggunaan media daur ulang kultur mikroalga-bakteri terhadap pertumbuhan, biomassa, dan profil asam lemak mikroalga chlorella vulgaris / Ida Mawadah
Abstrak
Pengembangan bahan bakar yang berkelanjutan dan ekonomis penting untuk dilakukan karena sebagaian besar energi berasal dari bahan bakar fosil. Mikroalga menjadi bahan baku yang potensial untuk produksi biofuel berkelanjutan. Saat ini produksi biofuel dari mikroalga masih ditemukan keterbatasan yakni tingginya biaya produksi. Proses budidaya merupakan langkah awal yang membutuhkan biaya yang tinggi salah satunya yakni biaya pupuk sebagai sumber nutrisi mikroalga. Diperlukan penelitian untuk produksi biofuel dari mikroalga yang berkelanjutan dan ekonomis. Beberapa tahun terakhir telah diketahui bahwa bakteri memberikan efek positif terhadap peningkatan pertumbuhan mikroalga sehingga dapat dilakukan kombinasi kultur (co-culture) antara mikroalga dan bakteri pada budidaya mikroalga. Bakteri dapat dijadikan sebagai biofertilizer yang dapat meningkatkan biomassa mikroalga. Selain itu agar proses budidaya berkelanjutan maka perlu dilakukan daur ulang air budidaya setelah pemanenan untuk digunakan lagi sebagai media budidaya pada periode budidaya berikutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan bakteri penghasil hormon IAA dan bakteri pemfiksasi nitrogen serta penggunaan media daur ulang terhadap pertumbuhan biomassa dan profil asam lemak Chlorella vulgaris. Perlakuan co-culture yaitu kultur mikroalga C. vulgaris dengan bakteri IAA dan pemfiksasi nitrogen pada media segar dan media daur ulang. Tempat kultur diatur 12 jam tanpa aerator 12 jam aerator intensitas cahaya 4.600 lux 16 jam terang 8 jam gelap dan suhu kultur 30oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel dan biomassa tertinggi diperoleh pada perlakuan media daur ulang pertama dengan penambahan bakteri (R1 B) yakni 29 1 x 106 sel/mL dan total biomasa akhir mencapai 3 40 g/L. Profil asam lemak mikroalga menunjukkan terdapat 19 komposisi asam lemak utama dan asam lemak yang paling dominan antara lain asam palmitat asam elaidat asam linoleat dan asam alpha -linolenat. Kandungan asam lemak yang tinggi dan komposisi asam lemak cocok sebagai bahan baku biodiesel sehingga berpontensi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan produksi biodiesel.