Skripsi
Perbandingan efektivitas waktu dan biaya percepatan proyek antara metode crash program dan metode time cost trade off (studi kasus: proyek pembangunan rumah susun masyarakat berpenghasilan rendah Kota Madiun) / Fadilla Fiashada
Abstrak
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi terikat oleh waktu yang telah disepakati dalam kontrak. Pihak penyedia harus menyelesaikan pekerjaan konstruksi agar tidak terkena denda akibat kontrak kerja konstruksi. Konsep segitiga manajemen proyek menjelaskan untuk mencapai hasil pekerjaan konstruksi harus memenuhi unsur tepat waktu tepat biaya tepat mutu. Proyek pembangunan Rumah Susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah Kota Madiun mengalami deviasi progress sebesar -7 753% sehingga proyek tidak dapat memenuhi unsur tepat waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui waktu dan biaya percepatan proyek dengan kerja metode crash program mengetahui waktu dan biaya percepatan proyek dengan metode time cost trade off membandingkan hasil percepatan metode crash program dan metode time cost trade off. Penelitian ini menggunakan 3 skenario tiap masing-masing metode. Skenario 1 dengan menambah tenaga kerja skenario 2 dengan menambah jam kerja. Skenario 3 dengan menambah tenaga kerja dan jam kerja. Hasil penelitian ini Proyek pembangunan Rusun MBR Kota Madiun mengalami deviasi progres sebesar -7 753% yang mengakibatkan proyek yang seharusnya selesai dalam jangka waktu 7 Juli 2023 menjadi selesai pada tanggal 30 Juli 2023. Pecepatan menggunakan metode crash program skenario 1 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 27 Juni 2023 dengan biaya Rp 19.570.981.704 02 skenario 2 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 27 Juli 2023 dengan biaya Rp 19.617.457.788 49 skenario 3 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 5 Juli 2023 dengan biaya Rp 19.696.073.543 57. Pecepatan menggunakan metode time cost trade off skenario 1 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 29 Juni 2023 dengan total biaya Rp 19.591.214.982 21 skenario 2 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 17 Juli 2023 dengan biaya Rp 19.635.063.553 72 skenario 2 dapat menyelesaikan proyek dalam jangka waktu 3 Juli 2023 19.682.395.810 40. Percepatan skenario 1 tidak dapat dilakukan karena keterbatasan luasan kerja skenario 2 tidak dapat dilakukan karena tidak dapat menyelesaikan proyek sesuai waktu kontrak sehingga skenario 3 adalah percepatan yang paling memungkinkan diterapkan pada proyek pembangunan Rusun MBR Kota Madiun. Setelah dibandingkan cost slope percepatan skenario 3 antar metode didapatkan cost slope percepatan metode time cost trade off lebih rendah dari pada metode crash program yang berarti percepatan yang paling efektiv diterapkanpada proyek Pembangunan Rusun MBR Kota madiun adalah percepatan time cost trade off skenario 3.