Skripsi
Pengaruh proporsi kendaraan terhadap kinerja ruas jalan di Kota Malang (studi kasus: Jl. Sunandar Priyo Sudarmo - Jl. Kolonel Sugiono) / Velya Shania Putri
Abstrak
Data BPS Kota Malang menunjukkan jumlah penduduk dan kendaraan di Kota Malang terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Bertambahnya jumlah kendaraan dan pergerakan berbagai jenis kendaraan yang bercampur secara terus-menerus dapat memberikan pengaruh pada volume lalu lintas. Jl. Sunandar Priyo Sudarmo - Jl. Kolonel Sugiono di Kota Malang yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini dikenal sebagai salah satu rute untuk keluar maupun masuk ke Kota Malang yang memiliki arus lalu lintas campuran. Percampuran kendaraan terus-menerus dapat mengakibatkan proporsi masing-masing kendaraan dan volume lalu lintas akan berbeda di setiap waktunya sehingga berakibat pada kinerja jalan yang bergantung nilai dari derajat kejenuhan sebagai indikator utamanya. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan proporsi kendaraan yang melintas mendeskripsikan kinerja jalan beserta tingkat pelayanannya dan menganalisis pengaruh proporsi kendaraan terhadap kinerja ruas jalan di Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei perhitungan lalu lintas manual dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan dengan analisis volume dan proporsi kendaraan analisis kinerja jalan dan analisis regresi berganda. Penelitian ini mengacu pada PKJI 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang mendominasi Jl. Sunandar Priyo Sudarmo - Jl. Kolonel Sugiono. Proporsi sepeda motor berkisar 60-80% dengan rata-rata tertinggi mencapai 78 09%. Sedangkan jenis kendaraan dengan rata-rata proporsi terendah ialah kendaraan tak bermotor. Naik turunnya proporsi kendaraan mempengaruhi volume lalu lintas dan mempengaruhi variasi derajat kejenuhan selaku indikator penentu kualitas kinerja jalan. Sepanjang Jl. Sunandar Priyo Sudarmo - Jl. Kolonel Sugiono memiliki kategori tingkat pelayanan C yang menunjukkan bahwa arus lalu lintas masih stabil. Pada analisis statistika dihasilkan model regresi gabungan keenam ruas jalan yakni Y -0 316 0 010X2 0 010X3 ndash 0 012X4 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 61 8% dengan X2 ialah proporsi kendaraan berat X3 ialah proporsi sepeda motor dan X4 ialah proporsi kendaraan tidak bermotor. Hasil akhir menunjukkan bahwa proporsi sepeda motor menjadi proporsi kendaraan dengan pengaruh paling besar terhadap kinerja ruas jalan dalam hal ini derajat kejenuhannya.