Skripsi
Karakteristik pembakaran synthetic waste pada circulating fluidized bed combustor / Mohammad Wisnu Cahya Ardawa
Abstrak
Synthetic waste adalah limbah yang jumlahnya terus meningkat. Mengkonversi limbah synthetic waste menjadi energi merupakan pilihan yang menarik untuk mengatasi menipisnya sumber daya bahan bakar fosil. Circulating fluidized bed combustor (CFBC) merupakan salah satu teknologi yang digunakan dalam penelitian ini dengan beberapa keuntungan seperti efisiensi pembakaran yang tinggi. Tujuan penelitian meliputi mengetahui nilai kalor perubahan morfologi kandungan unsur kimia perubahan makromolekul distribusi temperatur dan gas buang pada. Metode yang digunakan adalah pengujian SEM-EDX (Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray) pengujian bomb calorimeter pengujian FTIR (Fourier Transform Infrared) dan alat circulating fluidized bed combustor (CFBC). Hasil pengujian bomb calorimeter adalah berupa nilai kalor yaitu 11756 kalori/gram atau 49 21999 MJ/kg. Terbukti nilai synthetic waste telah dibandingkan dengan nilai kalor bahan bakar lain memiliki nilai yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil uji SEM perubahan morfologi dapat diamati dimana morfologi abu memiliki bentuk lelehan sticky dan berpori. Hasil uji EDX menunjukkan adanya perubahan unsur kimia perubahan unsur kimia sebelum dan sesudah dibakar secara signifikan terjadi pada unsur C O Na Si P dan K. Rentang puncak sekitar 3500 mdash 2750 cm-1 terlihat pada raw material peak 3186 cm-1 menunjukkan kandungan karbohidrat dan lignin kemudian setelah pembakaran menjadi abu kandungan tersebut hilang selama proses pembakaran terjadi. Sedangkan pada daerah fingerprint rentang 1500 mdash 750 cm-1 terlihat nilai peak puncak 1269 cm-1 pada raw material menghilang dan berganti dengan puncak 1279 cm-1 pada abu sisa hasil pembakaran dan memiliki gugus fungsi (Si-O) mengindikasi adanya struktur silika. Hasil distribusi temperatur yang memiliki temperatur optimal terjadi pada termokopel 4 dengan jarak 42 cm dari hamparan pasir (bed distributor) menghasilkan suhu maksimal 729 deg C. Emisi gas buang telah diamati menggunakan gas analyzer tipe S360 ada 6 gas yang terdeteksi selama pembakaran terjadi yaitu CO2 O2 CO SO2 NO dan SO2. Emisi CO2 yang meningkat menunjukkan bahwa proses reaksi karbon (C) pada ruang bakar dapat beraksi sempurna. Emisi O2 mengalami kenaikan seiring dengan terjadinya proses pembakaran. Konsentrasi emisi O2 yang tinggi menunjukan perbandingan campuran udara terhadap bahan bakar (AFR) yang terlalu kaya.