Skripsi
Perbandingan tingkat kerusakan jalan menggunakan metode sdi dan p/krms pada jalan provinsi di Kabupaten Lumajang / Faris Aulia Rachman
Abstrak
Pada tahun 2021 panjang jalan provinsi adalah 31.169 35 km dengan jalan dengan kondisi tidak mantab sebesar 26 65%. Jalan provinsi yang melewati Kabupaten Lumajang sepanjang 38 5 km dengan 10 27 km dalam kondisi baik 18 37 km dalam kondisi sedang dan 9 86 km dalam kondisi rusak. Kondisi ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Kerusakan jalan dapat diketahui apabila dilakukan analisis pada kondisi jalan. Analisis pada kondisi jalan memiliki beberapa metode seperti Surface Distress Index (SDI) dan Provincial/Kabupaten Road Management System (P/KRMS). Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) mendeskripsikan tingkat kerusakan jalan berdasarkan metode SDI (2) mendeskripsikan tingkat kerusakan jalan berdasarkan metode P/KRMS dan (3) membandingkan tingkat kerusakan jalan antara metode SDI dan metode P/KRMS. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan survei lapangan sebagai cara untuk mendapatkan data yang diinginkan untuk dianalisis. Terdapat dua macam data yang akan digunakan sesuai dengan metode yang digunakan yaitu SDI dan P/KRMS. Untuk memperoleh data primer SDI dilakukan survei lapangan untuk mendapatkan data kerusakan yang ada pada jalan sesuai formulir survei kondisi jalan dan data kerusakan jalan yang ada digunakan untuk menentukan kondisi jalan berdasarkan metode SDI.Sedangkan data sekunder untuk perhitungan P/KRMS didapatkan dari pihak Bina Marga yang telah melakukan survei pada triwulan 1 2023 data kerusakan yang didapat diolah menggunakan rumus TTI yang akan menunjukkan kondisi jalan berdasarkan P/KRMS. Hasil penelitian (1) tingkat kerusakan jalan menggunakan metode SDI menunjukkan bahwa terdapat 66 7 % ruas jalan dalam kondisi baik dan 33 3 % ruas jalan dalam kondisi sedang (2) tingkat kerusakan jalan menggunakan metode P/KRMS menunjukkan bahwa terdapat 83 3 % ruas jalan dalam kondisi baik dan 16 7 % jalan dalam kondisi rusak ringan (3) perbandingan tingkat kerusakan jalan menggunakan metode SDI dan P/KRMS menunjukkan bahwa persentase jalan dengan kondisi baik lebih banyak didapatkan dari metode P/KRMS terdapat perbedaan hasil pada dua ruas jalan yang disebabkan oleh perbedaan parameter pada kedua metode Metode SDI ditentukan oleh lubang sedangkan P/KRMS ditentukan oleh bobot terbesar yaitu retak turun dan disintegrasi yang jarang ditemui pada ruas jalan yang disurvey.