Skripsi
Pengembangan media vistand (video situs patirtaan jalatunda) untuk pembelajaran sejarah siswa kelas X IPS 4 SMAN 1 Ngoro Mojokerto / Surya Andi Alam Syah
Abstrak
Selama proses observasi pada pembelajaran Sejarah disekolah peneliti menemukan beberapa masalah proses pembelajaran matapelajaran sejarah Indonesia di kelas X IPS 4 di SMA Negeri Ngoro antara lain 1) kurangnya variasi media 2) pembelajaran hanya menggunakan buku paket 3) pelaksanaan pembelajaran masih terpaku pada metode ceramah 4) Siswa menghadapi kesulitan dalam memahami inti dari materi sejarah Indonesia 5) sering terlewatkannya jam pelajaran Sejarah Indonesia karena adanya kegiatan sekolah. Peneliti melakukan pengembangan yang inovatif dengan mengembangkan media pembelajaran berdasarkan potensi yang telah ditemukan selama observasi antara lain 1) Infrastruktur di SMAN 1 Ngoro sudah cukup memadai dalam mendukung inovasi pembelajaran 2) Adanya jaringan wifi di sekolah melancarkan pengembangan inovasi media pembelajaran 3) Dalam upaya mendukung pembelajaran dengan inovasi media siswa diizinkan untuk membawa smartphone ke dalam kelas 4) siswa sudah banyak menggunakan platform Youtube Vistand (Video Situs Patirtaan Jalatunda) merupakan media pembelajaran yang dikemas dalam wujud berbentuk Video dengan pengembangan menggunakan konsep Video Dokumenter. Media pembelajaran Vistand (Video Situs Patirtaan Jalatunda) media pembelajaran Vistand mengangkat materi petirtaan Jalatunda berdasarkan kurikulum 2013 yang masih diterpakan di SMAN 1 Ngoro Mojokerto yang telah disesuaikan pada K.D 3.6 yang berisi ldquo menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat pemerintahan dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini rdquo . Media pembelajaran ini disebarkan melalui link yang menuju ke platform Youtube dengan durasi video kurang lebih 12 menit dengan materi dari narasumber ahli dan perspektif Masyarakat sekitar. Media Pengembangan ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan 4D yang disusun oleh thiagarajan. Model pengembangan memiliki 4 langkah yaitu Define (mendefinisikan) Design (merancang) Develop (mengembangkan) Disseminate (menyebarluaskan). Berdasarkan penelitian dan pengembangan produk hasilnya menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak. Validasi materi mendapatkan skor 98% dan validasi media mendapatkan skor 86%. Selanjutnya dalam tahap uji coba hasil rata-rata pre-test adalah 47 2 dan post-test adalah 63 9. Dengan hasil ini media pembelajaran dikategorikan sebagai layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena keefektifannya dalam pembelajaran kelas.