Tesis
Pembelajaran berbasis steam untuk perkembangan kognitif pada anak TK Dharma Wanita Tumpakkepuh Kabupaten Blitar / Winarni Handayani
Abstrak
Perkembangan kognitif merupakan kemampuan untuk melakukan tugas yang sederhana sampai dengan kompleks. Perkembangan kognitif wajib dimiliki oleh anak usia dini yang ditandai dengan tercapainya aspek di antaranya mampu berpikir logis beralasan dapat memecahkan masalah dan kritis. Pembelajaran berbasis STEAM merupakan salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan perkembangan kognitif. STEAM merupakan akronim Science Technology Enginering Art Mathematic. Pembelajaran berbasis ini mengajak siswa untuk berpikir secara komprehensif dengan pola pemecahan masalah berdasarkan lima akronim tersebut dengan tujuan agar siswa dapat berpikir kritis dan kreatif memiliki teknik pemecahan masalahnya sendiri. Penelitian ini berfokus menganalisiss dan mendeskripsikan pembelajaran berbasis STEAM untuk perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menjabarkan perencanaan pelaksanaan faktor yang mempengaruhi peran guru dan evaluasi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran berbasis STEAM untuk perkembangan kognitif anak usia dini TK Dharma Wanita Tumpakkepuh Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menyelidiki memantau menggambarkan dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan diukur atau digambarkan penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka. Penelitian dilakukan di TK Dharma Wanita Tumpakkepuh yang berlokasi di Jalan Desa Tumpakkepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur. TK Dharma Wanita Tumpakkepuh terletak di Kecamatan Bakung disebelah Timur dan memiliki jarak plusmn 1 km dari pusat Balai Desa Tumpakepuh. TK Dharma Wanita Tumpakkepuh yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi wawancara dan studi dokumentasi. Perolehan data dari observasi wawancara dan dokumentasi maka langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan sesuai dengan permasalahan yang diteliti kemudian data tersebut disusun dan dianalisiss. Sesuai dengan langkah penelitian yaitu pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pembelajaran berbasis STEAM untuk perkembangan kognitif anak usia dini dimulai pada tahun ajaran 2022-2023 pada saat perubahan kurikulum menjadi kurikulum Merdeka Belajar. Guru tidak langsung mengubah pembelajaran berbasis STEAM ini akan tetapi sedikit demi sedikit karena perlu adanya penyesuaian antar guru dan anak usia dini. Pembelajaran STEAM ini dilaksanakan pada kelas A dan B. Perlu banyak penyesuaian di awal dengan wali murid utamanya dalam menyediakan media pembelajaran. Media yang digunakan adalah benda atau barang yang ada di sekitar atau yang sudah ada untuk dimanfaatkan untuk pembelajaran STEAM ini. Pembelajaran berbasis STEAM ini dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak karena memakai media pembelajaran dengan memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan atau bahan-bahan alam dan aman bagi anak. Pelaksanaan pembelajaran STEAM wajib menyesuaikan media yang digunakan pada saat pembelajaran berlangsung yang tentu saja anak wajib di dampingi oleh guru utamanya mengenai keamanan media pembelajaran yang di pakai oleh anak. Pelaksanaan pembelajaran STEAM sangat berpengaruh dengan perkembangan kognitifnya selain itu karena perkembangan kognitif anak berkembang karena diberikan kebebasan untuk belajar dan bermain maka hal lain yang berhubungan dengan kognitif anak berkembang dengan baik juga. Terdapat perbedaan antara sebelum menggunakan pembelajaran berbasis STEAM dengan setelahnya anak jadi lebih aktif sehingga mempermudah guru dalam mengajar atau memberi pemahaman kepada anak. Peran guru dalam pembelajaran berbasis STEAM ini lebih kepada menjadi fasilitator karena dengan adanya berbagai media yang sudah disediakan anak menjadi lebih aktif. Pembelajaran berbasis STEAM ini tidak memaksakan kehendak anak untuk mempelajari hal yang tidak ia senangi malah sebaliknya sehingga mempermudah guru dalam mengajar atau memberi pemahaman kepada anak. Terdapat dua jenis evaluasi dalam pembelajaran berbasis STEAM yaitu evaluasi proses yang dilaksanakan ketika pembelajaran sedang berlangsung untuk menilai sejauh mana proses pembelajaran yang sedang dilaksanakan berjalan dengan yang telah di rencanakan atau tidak. Evaluasi kedua adalah evaluasi hasil di mana guru menilai hasil dari pembelajaran berbasis STEAM ini apakah dengan strategi ini perkembangan kognitifanak dapat berkembang dengan baik atau tidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak strategi pembelajaran yang perlu dikuasai dan diajarkan oleh bidang PAUD. Dapat menjadi bahan masukan atau perbaikan pelaksanaan strategi pembelajaran khususnya STEAM di TK. Dapat memberikan masukan bagi guru TK untuk berpikir kreatif inovatif dan menyenangkan khususnya penerapan strategi pembelajaran STEAM untuk dapat ditingkatkan. Dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan penelitian lanjutan mengenai meningkatkan perkembangan kognitif dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis STEAM mulai dari perencanaan yang disusun dengan menyesuaikan strategi pembelajaran STEAM pelaksanaan strategi pembelajaran STEAM yang baik faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran STEAM sehingga dapat diterapkan dengan baik peran guru dalam strategi pembelajaran STEAM dan evaluasi penerapan pembelajaran berbasis STEAM untuk perkembangan kognitif anak usia dini.