Tesis
Faktor-faktor keterlaksanaan merdeka belajar pada SMK konsentrasi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif / Budhi Sulistyono
Abstrak
RINGKASAN Sulistyono Budhi. 2023. Faktor-Faktor Keterlaksanaan Merdeka Belajar Pada SMK Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Didik Nurhadi S. Pd M.Pd. Ph.D. (II) Dr. Widiyanti M. Pd. Kata Kunci faktor keterlaksanaan merdeka belajar teknik kendaraan ringan otomotif Pemerintah memberikan kebebasan kurikulum kepada setiap sekolah tergantung bagaimana pihak sekolah menyikapi kebijakan merdeka belahar dengan menerapkannya di setiap sekolah berdasarkan tujuan yang ingin dicapai sekolah. Oleh karena itu penerapan program merdeka belajar memerlukan transformasi kurikulum belajar mengajar di sekolah dan transformasi manajemen pendidikan nasional transformasi manajemen pendidikan daerah serta otonomi sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor keterlaksanaan merdeka belajar pada SMK konsentrasi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif sehingga dengan adanya merdeka belajar menjadikan pembelajaran sangat fleksibel baik yang berkenaan dengan konten strategi maupun tempat belajarnya. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah multi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek data yang telah diperoleh dari tiga sumber yang memiliki peran penting dalam keterlaksanaan merdeka belajar di SMK yaitu kepala sekolah wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan ketua konsentrasi keahlian. Selanjutnya triangulasi teknik digunakan untuk mengecek data kepada sumber yang sama namun dengan teknik yang berbeda yaitu observasi dan wawancara serta diperkuat dengan dokumen pendukung. Lokasi penelitian dilakukan di SMKN 1 Nglegok dan SMKN 1 Udanawu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di tingkat X dan XI di SMK memerlukan koordinasi yang kuat persiapan dan pelatihan bagi guru-guru. Meskipun menghadapi beberapa hambatan seperti miskonsepsi guru dan siswa penyusunan modul ajar serta kesulitan dalam menyinkronkan kurikulum dengan industri terdapat sekolah yang lebih siap dan berkomitmen dalam menerapkan kurikulum merdeka. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di konsentrasi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan belajar mandiri dengan undangan guru tamu dari industri sebagai pendukung utama. Meskipun ada perbedaan dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dan pengujian kompetensi siswa setiap SMK menjalin kesepakatan MoU dengan industri untuk memberikan pengalaman praktis sesuai konsentrasi keahlian. Upaya pembaruan teknologi pembelajaran di bidang TKRO melibatkan kolaborasi dengan IDUKA menggunakan forum diskusi MGMP undangan guru tamu dan tracer study untuk memantau keterserapan lulusan di dunia kerja. Dengan demikian peningkatan kualitas pendidikan di SMK dalam menghadapi tantangan Kurikulum Merdeka dan persiapan siswa untuk industri TKRO masih memerlukan perhatian lebih lanjut.