Disertasi
Model kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan dengan pemangku kepentingan dalam meningkatkan pembelajaran kewirausahaan peternakan unggas / Nining Faridah
Abstrak
Faridah Nining. 2022. Model Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Pemangku Kepentingan dalam Meningkatkan Pembelajaran Kewira-usahaan Peternakan Unggas. Disertasi Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor Utama Prof. Dr. Waras Kamdi M.Pd. Co-Promotor (1) Dr. Widiyanti M.Pd. Co-Promotor (2) Prof. Dr. Hakkun Elmunsyah ST MT. Kata kunci kemitraan SMK pemangku kepentingan pembelajaran kewirausahaan peternakan unggas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat membutuhkan industri untuk pengembangan fasilitas dan praktik nyata dunia kerja sedangkan industri membutuhkan lulusan SMK yang dapat bekerja untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Akan tetapi kemitraan antara SMK dengan industri yang belum maksimal membuat lulusan SMK belum banyak yang diterima di dunia kerja dan berwirausaha. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan model kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam peningkatan pembelajaran kewirausahaan peternakan unggas. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus penelitian ini dilakukan di 4 (empat) SMK yang berada di Kabupaten Jember Kabupaten Banyuwangi Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung terhadap kegiatan kemitraan di empat sekolah tersebut. Selain itu dilakukan pula wawancara secara mendalam diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion) dengan pemangku kepentingan yang terlibat dalam kemitraan kepala sekolah wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat dan industri guru siswa dan alumni. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan dimulai pada bulan Desember pada tahun 2022 sampai bulan Juni tahun 2023. Empat domain dasar dalam kemitraan dari teori Tony Lendrum yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini yaitu prinsip nilai konsep dan praktik sehingga data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa data tentang prinsip nilai konsep dan praktik kemitraan yang ada di SMK dalam peningkatan pembelajaran kewirausahaan peternakan unggas. Ada lima indikator prinsip yang ditemukan pada kemitraan SMK dengan industri unggas di antaranya munculnya kepercayaan keadilan kejujuran integritas dan komitmen. Lima indikator yang menjadi prinsip dalam bermitra tersebut akan mendorong waktu kerja sama yang lebih lama dan berkelanjutan. Nilai kemitraan SMK dengan industri unggas adalah meningkatkan pembelajaran kewirausahaan di sekolah secara dinamis munculnya kemampuan kepemimpinan pemangku kepentingan yang dapat mempengaruhi dalam menjalin mitra adanya pengertian dan pengabdian kesetiakawanan dengan melakukan pendekatan akan lebih berperan penting dalam bermitra sedangkan munculnya inovasi dan teknologi dalam bermitra akan membawa keberagaman prespektif dan pengetahuan serta ide untuk lebih kreatif dalam pemecahan masalah. Konsep kemitraan SMK dengan pemangku kepentingan di dunia industri unggas untuk meningkatkan pembelajaran kewirausahaan adalah adanya sharing visi dan misi melalui sinkronisasi kurikulum. Dengan sinkronisasi kurikulum permasalahan antara kebutuhan industri mitra dan sekolah dapat terjawab. Selain itu masing-masing pihak yang bermitra baik perusahaan unggas maupun sekolah berupaya untuk mewujudkan target sesuai dengan surat kontrak. Praktik kemitraan yang dilakukan SMK dengan dunia industri unggas bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran kewirausahaan di sekolah. Dari keseluruhan praktik kemitraan yang dilakukan oleh SMK dengan pemangku kepentingan didapatkan model dengan bentuk Maklon akan tetapi bukan model Maklon murni. Maklon murni berbentuk kerjasama bisnis yang dijalankan sekolah sebagai peternak dan industri mitra sebagai penyedia sapronak untuk mendapatkan keuntungan. Model kemitraan Maklon yang ditemukan di sekolah menambahkan unsur pembelajaran yang diterapkan kepada siswa karena kemitraan ini tidak semata-mata untuk mencari keuntungan tetapi juga membimbing siswa untuk bisa berwirausaha. Model kemitraan SMK dengan pemangku kepentingan menunjukkan model baru yang sesuai dengan kurikulum yang kemudian disebut Edu Maklon. Penyebutan ldquo Edu Maklon rdquo mengacu pada proses kemitraan yang berjalan dengan industri tidak hanya menghasilkan keuntungan bisnis/ finansial antara kedua belah pihak tetapi juga ada proses pembelajaran atau edukasi yaitu pendampingan dari pihak industri praktik magang serta pembelajaran kewirausahaan