Tesis
Literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual berdasarkan persepsi kecerdasan logis matematis / Dwi Aldi Hidayatulloh
Abstrak
Matematika menjadi sarana untuk mengembangkan pola pikir siswa. Matematika memiliki karakteristik hirarkis dan terstruktur artinya belajar matematika urutan materi harus diperhatikan agar tercapai kompetensi matematika. Kompetensi matematika diantaranya adalah kemampuan memecahkan masalah bernalar berkomunikasi koneksi dan representasi suatu permasalahan menerapkan konsep dan algoritma matematika serta berani mengambil keputusan yang logis dan kritis terhadap permasalahan yang diberikan. Kemampuan yang demikian dikenal sebagai literasi matematis. Literasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam merumuskan permasalahan (formulate) menerapkan konsep (employ) dan menafsirkan hasil (interpret) kesimpulan matematika terhadap permasalahan yang diberikan. Berdasarkan hasil studi PISA dan TIMSS literasi matematis siswa Indonesia masih dibawah rata-rata. Disamping itu hasil studi pendahuluan ditemukan fakta bahwa literasi matematis siswa tidak dapat menerapkan konsep (employ) dan menafsirkan hasil (interpret) kesimpulan. Tinggi rendahnya literasi matematis siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya seperti konsep matematika yang abstrak kepercayaan diri kecerdasan serta ketidakbiasaan siswa menyelesaikan masalah kontekstual. Salah satu upaya untuk meningkatkan literasi matematis ialah membiasakan siswa menyelesaikan masalah kontekstual. Kecedasan logis matematis menjadi keunikan siswa karena menyebabkan perbedaan setiap individu. Siswa yang memiliki persepsi kecerdasan logis matematis ditunjukan dengan kemampuan berhitung secara matematis berpikir logis dalam memecahkan permasalahan melakukan pertimbangan deduktif dan induktif dan memiliki ketajaman pola-pola serta hubungan-hubungan. Dengan kata lain siswa yang memiliki persepsi kecerdasan logis matematis berkaitan erat dengan proses literasi matematis siswa. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual berdasarkan persepsi kecerdasan logis matematis. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual berdasarkan persepsi kecerdasan logis matematis. Data diperoleh dari angket persepsi kecerdasan logis matematis tes literasi matematis dan wawancara. Subjek penelitian sebanyak tiga siswa yang berasal dari satu siswa dengan persepsi kecerdasan logis matematis tinggi sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual berdasarkan persepsi kecerdasan logis matematis pada proses merumuskan permasalahan (formulate) yaitu (1) mengidentifikasi aspek-aspek matematika dari konteks permasalahan yang diberikan. Proses tersebut mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi sedang dan rendah pada masalah kontekstual mengendarai sepeda mendaki gunung dan menjual buku (2) mengubah aspek-aspek matematika yang telah diketahui menjadi simbol matematika. Proses tersebut cukup mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang pada masalah kontekstual mengendarai sepeda dan mendaki gunung. Pada proses menerapkan konsep (employ) yaitu (1) merancang dan menggunakan konsep matematika untuk mendapatkan solusi dari konteks permasalahan yang diberikan. Proses tersebut mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang pada masalah kontekstual mengendarai sepeda mendaki gunung dan menjual buku. Sedangkan pada siswa dengan kecerdasan logis matematis rendah mampu dipenuhi pada masalah kontekstual menjual buku dan cukup mampu dipenuhi pada masalah kontekstual mendaki gunung (2) menggunakan prosedur atau algoritma matematika selama proses menemukan solusi dari konteks permasalahan yang diberikan. Proses tersebut mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdaasan logis matematis tinggi dan sedang pada masalah kontekstual mengendarai sepeda mendaki gunung dan menjual buku. Sedangkan pada siswa dengan kecerdasan logis matematis rendah hanya cukup memenuhi pada masalah kontekstual menjual buku. Pada proses menafsirkan hasil (interpret) yaitu 1) menafsirkan hasil penyelesaian yang diperoleh terhadap konteks permasalahan yang diberikan. Proses tersebut mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang pada masalah kontekstual mengendarai sepeda mendaki gunung dan menjual buku (2) mengevaluasi kesesuaian hasil penyelesaian yang diperoleh terhadap konteks permasalahan yang diberikan. Proses tersebut mampu dipenuhi oleh siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi saja pada masalah kontekstual mengendarai sepeda mendaki gunung menjual buku.