Tesis
Pelaksanaan teaching factory berbasis technopreneur (TFT) untuk mendukung pendidikan kewirausahaan di SMKN 1 bangil /Damanhuri
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pelaksanaan teaching factory berbasis technopreneur (TfT) untuk mendukung pendidikan kewirausahaan di SMKN 1 Bangil. Penelitian ini memiliki fokus pada (1) Jenis Produk yang dihasilkan siswa pada pembelajaran teaching factory berbasis Technopreneur (2) Proses kegiatan siswa pada pembelajaran teaching factory berbasis Technopreneur di SMKN 1 Bangil (3) Aktivitas penjualan produk siswa pada pembelajaran teaching factory berbasis Technopreneur di SMKN 1 Bangil dan (4) Peningkatan Nilai Ekonomis Produk pada pembelajaran Teaching Factory berbasis Technopreneur yang digunakan di SMKN 1 Bangil. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif dan menggunakan triangulasi sumber. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. subjek penelitian atau sumber data sebanyak 5 narasumber dengan rincian sebagai berikut (1) Manager teaching factory (2) Devisi produksi teaching factory (3) Devisi pemasaran teaching factory (4) Guru pembimbing teaching factory dan (5) Siswa Kompetensi Keahlian Multimedia. Data yang diperoleh berupa hasil wawancara observasi laboratorium teaching factory dan dokumen dari teaching factory SMK. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan teaching factory berbasis technopreneur (TfT) meningkatkan jumlah jenis produk yang dihasilkan siswa sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan konsumen tetap berinovasi dan menjaga kualitas produk dengan penggunaan teknologi dan peralatan yang sesuai. Dalam pelaksanaan produksi siswa saling berkolaborasi dan menggunakan langkah TF-6M yaitu a) Menerima Order b) Menganalisis order c) Menyatakan Kesiapan mengerjakan order d) Mengerjakan order e) Mengevaluasi produk serta f) Menyerahkan order ditambah dengan menggabungkan tiga elemen technopreneurship yaitu teknologi inovasi dan kewirausahaan. Aktivitas penjualan siswa dilakukan dengan cara langsung (offline) melalui media sosial (online) melaui market place nesabastore.com toko shopee nesabastore dan juga mengadakan pameran pameran baik sifatnya lokal maupun regional. Pelaksanaan teaching factory berbasis technopreneur (TfT) terbukti dapat menumbuhkan jiwa technopreneurship Siswa. Indikator meningkatnya Nilai Ekonomis Produk dalam proses praktikum ini adalah berkurangnya penumpukan produk hasil praktikum berkembangnya ide perbaikan produk meningkatnya efisiensi penggunaan bahan praktikum tingginya tingkat efektifitas penggunaan peralatan praktikum serta dampak ekonomis secara langsung bagi siswa.