Tesis
Analisis swot teaching factory bidang teknik informatika pada SMK blud berpredikat good School governance di Pasuruan raya / Vicky Fachrudin Hari Purnama
Abstrak
RINGKASAN Fachrudin Hari Purnama Vicky. 2023. Analisis SWOT Teaching Factory Bidang Teknik Informatika Pada SMK BLUD Berpredikat Good School Governance Di Pasuruan Raya. Tesis Program Studi Pendidikan Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Yoto S.T. M.Pd. Pembimbing (2) Dr. Eng. Didik Dwi Prasetya S.T. M.T. Kata kunci teaching factory SMK BLUD strengths weakness opportunities threats dampak. Pendidikan SMK di Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan tenaga kerja berkualitas. Teaching factory sebagai program pembelajaran di SMK mengintegrasikan pembelajaran berbasis kompetensi dengan produksi barang atau jasa di lingkungan sekolah. Dalam konteks BLUD berpredikat Good School Governance (GSG) SMK dapat menerapkan model manajemen yang memberikan otonomi kepada sekolah dan melibatkan partisipasi semua warga sekolah termasuk dunia usaha dan industri. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan kelemahan peluang dan ancaman dalam pengelolaan SMK terutama yang memiliki teaching factory. Fokus penelitian adalah identifikasi kekuatan kelemahan peluang dan ancaman dalam program teaching factory di bidang Teknik Informatika pada SMK BLUD. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan mengimplementasikan kebijakan pendidikan dan melakukan studi komparatif dengan SMK lain. Dampak dari program teaching factory diharapkan memberikan pengalaman praktis peningkatan keterampilan dan peningkatan prospek karir bagi siswa sementara bagi guru penelitian ini dapat menjadi panduan pengembangan program dan meningkatkan kualitas pengajaran. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi posisi institusi pendidikan di pasar dengan mempertimbangkan aspek internal (kekuatan dan kelemahan) serta eksternal (peluang dan ancaman). Analisis SWOT dianggap penting dalam konteks pendidikan untuk merencanakan strategi dan mengidentifikasi posisi di pasar. Kekuatan kelemahan peluang dan ancaman dijelaskan lebih lanjut sebagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi lembaga pendidikan. Dalam melihat kekuatan terdapat penekanan pada kondisi internal positif seperti kemampuan khusus SDM yang memadai citra organisasi yang baik dan kepemimpinan yang mumpuni. Sementara itu kelemahan mencakup aspek negatif seperti rendahnya sumber daya manusia lulusan yang tidak berkualitas citra yang tidak kuat dan kepemimpinan yang buruk. Selain pembelajaran teoritis siswa juga terlibat dalam kegiatan praktik langsung yang relevan dengan bidang kejuruan mereka sering kali melalui kerja sama dengan industri atau perusahaan terkait. Model pembelajaran teaching factory merupakan pendekatan praktis di SMK yang mensimulasikan lingkungan industri atau perusahaan nyata. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar praktis dengan mengintegrasikan teori dan praktik melalui proyek-proyek dan kegiatan relevan dengan dunia kerja. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK yang memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangannya. BLUD di SMK bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Konsep Good School Governance diperkenalkan mencakup tata kelola dan manajemen efektif di institusi pendidikan termasuk kebijakan yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan partisipasi komunitas pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan transparansi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian multikasus. Penelitian dilakukan di beberapa SMK BLUD di Pasuruan Raya dengan lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Pasuruan dan SMK Negeri 2 Pasuruan. Sumber data melibatkan siswa guru toolman dunia usaha dan masyarakat dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara observasi dan analisis dokumen. Temuan penelitian membahas analisis SWOT Teaching Factory di bidang Teknik Informatika di SMK BLUD di Pasuruan Raya. Identifikasi kekuatan mencakup sinkronisasi kurikulum dengan DUDI implementasi sikap kerja berdasarkan dunia usaha dan kerjasama dengan industri. Kelemahan melibatkan masalah fasilitas relevansi kompetensi dengan industri dan manajemen teaching factory. Peluang mencakup kemitraan dengan DUDI integrasi teknologi dalam kurikulum dan pengembangan berbagai aspek. Ancaman terdiri dari kualitas produk dan persaingan perkembangan teknologi yang cepat dan stabilitas guru serta persaingan harga. Dampak dari program teaching factory dijelaskan bagi siswa guru sekolah dunia usaha dan orang tua. Kesimpulan mencakup identifikasi kekuatan kelemahan peluang dan ancaman sementara saran disampaikan kepada SMK guru dan siswa untuk perbaikan dan peningkatan yang komprehensif tentang berbagai aspek pendidikan SMK teaching factory BLUD analisis SWOT dan dampak program pendidikan kejuruan.