Skripsi
Impact fisiologi latihan aerobik selama puasa terhadap faktor risiko inflamasi pada perempuan obesitas / Maulida Kurniawati
Abstrak
Latihan fisik selama puasa merupakan terapotik yang menarik dalam mencegah peningkatan inflamasi pada obesitas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuktikan impact physiologi latihan fisik yang dikombinasikan dengan puasa terhadap faktor risiko inflamasi pada perempuan obesitas. Penelitian ini melibatkan 18 perempuan obesitas sebagai subyek penelitian yang telah memenuhi keriteria yang telah ditetapkan kemudian dipilih secara random. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok kelompok kontrol (K1 n 9) dan kelompok kombinasi latihan fisik d puasa (K2 n 9). Latihan fisik dilakukan secara aerobik dengan menggunakan treadmill selama 40 menit intensitas moderat sedangkan puasa dilakukan secara intemittent puasa 16 jam diikuti dengan tidak berpuasa selama 8 jam. Kombinasi latihan fisik dengan puasa dilakukan selama 2 minggu. Pengambilan sampel darah untuk mengukur resiko inflamasi dengan menggunakan biomarker CRP dari vena cubiti sebanyak 4 mL yang dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data menggunakan paired sample t test dengan tingkat signifikan 5%. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan. Tingkat penurunan CRP antara kelompok perlakukan dengan kontrol (P lt 0.05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut secara fisiologis menunjukan latihan aerobik selama berpuasa intermittent menurunkan faktor risiko inflamasi pada perempuan obesitas. Oleh karena latihan aerobik selama berpuasa dapat disarankan sebagai pendekatan untuk menurunkan faktor risiko inflamasi pada obesitas.