Tesis
Pengembangan panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya jawa tepa salira untuk mengembangkan empati peserta didik di SMP / Herlin Ika Nafilasari
Abstrak
Proses interaksi sosial dalam lingkungan sekolah terjadi antar individu yang memiliki kaitan erat dengan hubungan pola pertemanan. Hal demikian dapat ditunjukkan dalam perilaku individu yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya dalam suatu lingkup lingkungan. Banyak sekali permasalahan interaksi sosial peserta didik dengan teman sebaya. Menurunnya rasa empati rentan memunculkan permasalahan yang timbul seperti bullying kekerasan intoleransi dan sikap acuh tak acuh. Fenomena tersebut mengarah pada kondisi empati yang dimiliki oleh peserta didik dalam berinteraksi. Rasa kurang empati yang dimiliki peserta didik terhadap teman sebaya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Intervensi yang diberikan oleh konselor dalam menyikapi kurangnya sikap empati di sekolah yaitu hanya terbatas dengan nasihat teguran dan peringatan sehingga perlu adanya suatu intervensi yang tepat dalam menyikapi kurangnya empati. Penelitian ini bertujuan menghasilkan panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira untuk mengembangkan empati peserta didik di SMP. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis Design Development Implementation dan Evaluation). Subjek penelitian terdiri 2 ahli konseling 2 ahli materi budaya 2 ahli media 2 konselor sekolah 2. Penelitian ini menggunakan instrumen penilaian uji materi instrumen penilaian uji media instrumen penilaian uji calon pengguna dan skala empati IRI (Interpeersonal Reactivity Index). Data uji validasi pada ahli dan calon pengguna dianalisis menggunakan inter-rater agreement sedangkan data hasil uji keefektifan panduan bimbingan kelompok bermuatan budaya Jawa tepa salira dianalisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa empati peserta didik di SMP Nasional Malang mayoritas berada pada kategori sedang sebesar (47%). Data hasil uji validasi ahli materi bimbingan dan konseling menunjukkan skala keberterimaan 0.93 yang berarti keberterimaan produk secara materi bimbingan dan konseling berada pada tingkatan sangat tinggi. Adapun data hasil uji ahli materi budaya sebesar 0.90 kemudian ahli media didapatkan indeks penilaian ahli sebesar 1.00 dan penilaian calon pengguna yaitu konselor sekolah sebesar 1.00 yang berarti bahwa panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira untuk mengembangkan empati peserta didik memiliki keberterimaan oleh ahli materi budaya ahli media dan calon pengguna yaitu konselor sekolah sangat tinggi pada aspek ketepatan kejelasan kemudahan dan kemenarikan. Pelaksanaan uji keefektifan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira dilakukan pada skala kelompok kecil dengan hasil menunjukkan bahwa 0.12 dimana lebih kecil daripada 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan sikap empati peserta didik di SMP Nasiolnal Malang. Panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira menyajikan prosedur dan tahapan pelaksanaannya yang memiliki daya interaktif sehingga panduan ini dapat digunakan untuk mengembangkan empati peserta didik di SMP Nasional Malang hal ini dibuktikan dengan penggunaan panduan yang dilakukan oleh konselor sekolah dengan mempelajari dan memahami panduan konselor mampu mengaplikasikan panduan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira. Konselor sekolah sebagai pengguna produk disarankan untuk mempelajari dan memahami dengan baik terkait prosedur dan tahapan layanan bimbingan kelompok dalam panduan. Konselor sekolah disarakan untuk berdiskusi dengan kolegan budayawan Jawa agar lebih memahami terkait budaya Jawa tepa salira sehingga dapat mengimplementasikan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama bermuatan nilai budaya Jawa tepa salira dengan baik. Penggunaan produk hanya pada peserta didik dengan latar belakang bersuku Jawa.