Skripsi
Pola keuangan keluarga pada rumah tangga usia muda di desa kaliboto lor kecamatan jatiroto kabupaten lumajang / Nurma Aminatus Sholihah
Abstrak
Pernikahan merupakan suatu bentuk perjanjian yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dalam satu ikatan dengan tujuan untuk melakukan tujuan dan kelangsungan hidup bersama. Pernikahan pada usia muda yang dimaksud yaitu pasangan laki-laki dan perempuan yang berusia antara 18-23 tahun. Pernikahan usia muda biasanya terjadi karena faktor ekonomi pendidikan keluarga dan faktor budaya. Hal yang dikhawatirkan pada rumah tangga pasangan pernikahan usia muda yaitu kesiapan mereka dalam mengelola keluarga baru serta keuangan yang harus dipersiapkan pada saat telah menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan ekonomi keluarga pada subyek penelitian yaitu rumah tangga pernikahan usia muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa pedoman wawancara dan instrumen wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data promer dengan pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa yang pertama aktor pengambil keputusan untuk melakukan pernikahan usia muda adalah anak atas dasar kemauannya sendiri. Kedua pendidikan ekonomi keluarga yang terjadi pada rumah tangga pasangan usia muda di Desa Kaliboto Lor dalam mengelola keuangan. Cara mengelola keuangan pada pasangan pernikahan usia muda yaitu dengan membagi jumlah pendapatan yang diterima untuk kebutuhan rumah tangga mereka sendiri kebutuhan untuk anak mereka yang masih tergolong kecil kebutuhan untuk membayar tanggungan menikah dan keinginan mereka untuk memberi sebagian dari hasil yang mereka dapat yang akan dibagi bersama orang tua mereka. Beberapa kebutuhan yang belum terencana menjadi beban bagi masing-masing pasangan karena penghasilan yang mereka peroleh masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak jadi untuk pencapaian kebutuhan masa depan mereka belum dapat menyisakan uang untuk menabung secara rutin. Pendidikan ekonomi keluarga pada rumah tangga usia muda dalam mengelola keuangan memiliki kesamaan karena kesamaan kebutuhan yang sudah direncanakan maupun yang belum direncanakan. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu mengembangkan fokus permasalahan yang dialami dalam mengelola keuangan yang dialami pasangan yang menikah pada usia muda. Bagi warga Desa Kaliboto Lor harus mengetahui resiko menikah muda pada perencanaan keuangan untuk membentuk pendidikan ekonomi keluarga.