Tesis
Implementasi literasi bahasa dan media gambar untuk kesehatan dan keselamatan kerja pada ruang praktik atau bengkel di SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan / Kromo Aji
Abstrak
Ringkasan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didiknya untuk terjun ke dunia industri. Tujuannya mencakup pembekalan keterampilan pengetahuan dan sikap profesional sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih. SMK juga bertanggung jawab untuk mengajarkan dan menerapkan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar peserta didiknya dapat bekerja dengan aman dan produktif. Pentingnya penerapan K3 mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan menciptakan budaya disiplin dalam lingkungan kerja. Oleh karena itu upaya perbaikan dan peningkatan dalam hal pengetahuan sikap dan perilaku disiplin terhadap K3 perlu dilakukan oleh semua pihak terkait termasuk kepala sekolah guru praktik dan peserta didik. Implementasi literasi memiliki hubungannya dengan pembelajaran dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi tidak hanya terbatas pada bacaan tulisan teks tetapi juga dapat berupa media visual seperti poster. Media poster dalam kegiatan literasi terutama di SMK Negeri Bangil. Poster berisi informasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan strategi iklan outdoor digunakan untuk membuat poster menarik dan efektif. Tujuh cara praktis diuraikan mulai dari penggunaan ilustrasi gambar menarik membentuk kaitan emosional hingga memasang poster di tempat strategis. Poster bukan hanya sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu tetapi juga memiliki kemampuan mempengaruhi motivasi peserta didik. Poster bertujuan untuk menarik perhatian membujuk mempengaruhi memotivasi atau memperingatkan terkait dengan gagasan fakta atau peristiwa tertentu. Keberhasilan poster sebagai media terletak pada kekuatan visualnya warna yang mencolok dan kemampuannya untuk menangkap perhatian orang yang melihatnya. Di SMK Negeri 1 Bangil poster menjadi pilihan utama dalam bengkel sekolah terutama di berbagai kompetensi keahlian. Poster-poster seperti poster keselamatan dan kesehatan kerja (K3) poster alat pemadam api ringan (APAR) serta poster lainnya dipasang strategis untuk dapat dilihat oleh peserta didik di bengkel dan lingkungan sekolah. Poster-poster ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar terutama terkait dengan keselamatan kerja kepada peserta didik baik di kompetensi teknik maupun nonteknik. Penelitian ini menitikberatkan literasi melalui media poster spnduk atau benner dan rambu-rambu. (1) Poster perlengkapan keselamatan kerja sebagai contoh dipasang di berbagai bengkel jurusan teknik termasuk Teknik Kelistrikan Teknik Eletronik Industri Teknik Mekatronik dan Teknik Ototronik. Pengetahuan dasar tentang kesehatan dan keselamatan kerja diperkenalkan kepada peserta didik sejak kelas X dan nilai-nilai keselamatan kerja dianggap sangat penting terutama ketika peserta didik memasuki dunia industri. Poster menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi tersebut secara visual dan mudah dipahami. (2) Spanduk media promosi berupa kain yang dipasang secara terbentang berisi slogan iklan atau pemberitahuan kepada khalayak umum. Bersama dengan banner keduanya dianggap efektif dalam mempromosikan atau memperkenalkan suatu produksi karena mampu menyampaikan berbagai informasi dan mudah dilihat oleh masyarakat luas. Di SMK Negeri 1 Bangil penggunaan banner dan spanduk menjadi petunjuk penting khususnya dalam menyampaikan tata tertib di berbagai kompetensi keahlian seperti teknik kelistrikan dan teknik elektronika industri. Penempatan banner yang besar dan strategis di tempat-tempat tertentu seperti di atas kantor kompetensi keahlian menjadikan media ini sangat efektif dalam menyampaikan informasi kepada para peserta didik. (3) Rambu Jalur evakuasi adalah rute yang telah ditentukan untuk digunakan dalam situasi darurat seperti kebakaran atau bencana alam guna memastikan keluar dari gedung atau area dengan aman dan cepat. Jalur ini harus mudah diakses dan jelas ditandai untuk memudahkan evakuasi oleh semua orang di dalam bangunan. Faktor yang harus dipertimbangkan meliputi jumlah orang yang dievakuasi lokasi pintu keluar tangga lift dan area potensial yang dapat menjadi tempat terperangkap. Ketiga objek penelitian tersebut menggunakan metode Triangulasi dengan cara menggali data melalui observasi wawancara dengan informan dan studi dokumen. Tiga hal ini dianggap sangat efektif dalam penelitian ini.