Skripsi
Peran pendeta HKBP dalam menjalin intimasi dengan jemaat (studi kasus perpindahan pendeta di HKBP Malang) / RAFELITO
Abstrak
Gereja HKBP sebagai denominasi terbesar di kalangan etnis Batak tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga merupakan wadah integrasi ajaran Kristen dengan tradisi budaya lokal. Fenomena perpindahan penempatan pendeta di HKBP seperti yang dialami oleh pendeta di HKBP Malang memberikan gambaran bahwa setiap pendeta diharapkan dapat menjalin intimasi dengan memahami kebiasaan dan karakter jemaat baru termasuk lingkungan sosial baru. Untuk bisa menjalin intimasi pendeta memerlukan kompetensi sosial yang melibatkan keterampilan pengetahuan dan sikap untuk berinteraksi berkomunikasi dan beradaptasi efektif dalam lingkungan sosial. Fokus dari penelitian untuk mengkaji mengenai peran pendeta HKBP dalam menjalin intimasi dengan jemaat khususnya dalam fenomena perpindahan penempatan pendeta di HKBP Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metode penelitian dan teori peran dari Bruce J. Biddle digunakan sebagai pisau analisis untuk memahami interaksi sosial dalam menjalin intimasi antara pendeta dengan jemaat. Data diperoleh melalui observasi wawancara dokumentasi dan partisipasi peneliti. Hasil penelitian menyoroti peran pendeta sebagai pemimpin rohani konselor pembina kebersamaan dan pendorong pengembangan gereja. Dalam menjalankan perannya pendeta mengaplikasikan kompetensi sosial khususnya dalam menghadapi perpindahan tugas yang umum terjadi dalam denominasi HKBP. Komptensi sosial pada pendeta berguna untuk menjalin intimasi dengan jemaat di HKBP Malang meliputi fokus pada pemahaman diri interaksi interpersonal kemampuan berorganisasi dan keterikatan emosional.