Skripsi
Struktur naratif teks dongeng bawean: kajian strukturalisme vladimir propp / Achmad Rizal Efendi
Abstrak
Dongeng seringkali disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi sebelum akhirnya didokumentasikan menjadi dalam bentuk teks. Teks dongeng mengacu pada versi tertulis dari sebuah dongeng. Dalam penelitian ini objek yang diambil adalah teks dongeng yang beredar di Pulau Bawean yaitu Terjadinya Telaga Kastoba Jherat Lanjheng Kisah di Balik Gunung Malokok Penyiar Islam di Pulau Bawean Waliyah Zainab dan Sitti Rayyan. Dongeng-dongeng tersebut didapatkan dari teks dongeng seputar Pulau Bawean yang telah didokumentasikan dan ditulis oleh Zulfa Usman dalam bukunya yang berjudul Kisah-Kisah Pulau Puteri (Pulau Bawean). Fokus utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur naratif yang menyusun dongeng Pulau Bawean menggunakan teori Vladimir Propp dan fokus penelitian yang kedua adalah pergerakan fungsi di lingkungan tindakan dan skema pergerakan teks dongeng Pulau Bawean. Penelitian ini merupakan suatu analisis yang bertujuan untuk menganalisis dongeng di Pulau Bawean dari buku Kisah-Kisah Pulau Puteri (Pulau Bawean) karya Zulfa Usman guna memberikan alternatif penelitian dongeng yaitu dengan analisis menggunakan teori strukturalisme Vladimir Propp. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskripsi kualitatif dengan menerapkan jenis penelitian kualitatif non interaktif. Proses analisis data ini umumnya melibatkan dua tahap utama pengumpulan data dan analisis konten. Pertama-tama peneliti mengumpulkan data dari sumber-sumber tertulis atau rekaman yang relevan dengan subjek penelitian seperti dokumen resmi laporan atau catatan pribadi. Setelah data terkumpul analisis konten dilakukan dengan cara mengidentifikasi pola fungsi dan makna yang muncul dari data tersebut. Pengkodean digunakan untuk memetakan dan mengelompokkan informasi ke dalam kategori yang sesuai dengan teori fungsi naratif Vladimir Propp. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa 31 fungsi yang digagas oleh Vladimir Propp tidak seluruhnya muncul dalam teks dongeng Pulau Bawean. Dari teks dongeng Pulau Bawean tersebut terdapat total 39 fungsi dengan 19 variasi fungsi yang berbeda. Terdapat perbedaan urutan fungsi pada variasi yang dikemukakan oleh Vladimir Propp mengenai hasil analisis teks dongeng Rusia dengan teks dongeng di Pulau Bawean. Perbedaannya ditemukan pada bagian uarr yang di dalam gagasan Propp digambarkan di tengah perjalanan pahlawan setelah mengalami kesulitan di tempat kelahiran. Sedangkan pada kisah di Pulau Bawean fungsi tersebut berada di awal cerita.