Skripsi
Implementasi model snowball throwing guna meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar pada mata pelajaran pemeliharaan sasis dan pemindah tenaga kendaraan ringan SMK Negeri 1 Blitar / Judhatama Aditiansyah Saragih
Abstrak
Di SMK Negeri 1 Blitar ini saya melihat beberapa pengajar masih menggunakan model ceramah sementara yang lain lebih banyak menggunakan model untuk praktikum. Namun beberapa guru masih menggunakan model ceramah di tempat praktik. Kesulitan guru dalam menentukan apakah setiap siswa telah memahami mata pelajaran adalah salah satu kelemahan dari pendekatan ceramah. Tidak ada jaminan bahwa murid akan memahami seluruh pelajaran meskipun diberi kesempatan untuk bertanya tetapi tidak. Salah satu variabel penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kemalasan siswa pada saat pemberian contoh serta tidak fokus pada ilustrasi. Penggunaan model pembelajaran yang biasa-biasa saja membuat siswa kurang bersemangat untuk pergi ke contoh dan sering bercakap-cakap dengan teman serta menggunakan ponsel untuk menyelesaikan tugas sekolah pada mata pelajaran yang berbeda karena kelelahan. Tes Latihan Kegiatan di TKR Kelas XI mengungkapkan bahwa dari total tiga puluh siswa kurang dari sepuluh siswa berhasil mengikuti latihan dan berpose serta menjawab pertanyaan dari guru. Siswa menuntut keheningan setiap kali mereka diberi kesempatan untuk bertanya atau menanggapi pertanyaan. Demikian juga dengan 20 siswa dari total 30 siswa bermain di bawah KKM 75. Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan memilih model pembelajaran yang tepat yang melibatkan siswa dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Dalam pengalaman mendidik dan menumbuhkan ada dua komponen yang paling signifikan yaitu teknik dan media pembelajaran. Meskipun masih ada beberapa aspek lain yang harus diperhatikan ketika memilih media seperti pembelajaran lingkungan fasilitas pendukung dan respon yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengajar kedua aspek ini saling terkait. Pemilihan model pembelajaran tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai. kemajuan dan kualitas siswa (Arsyad 2009 15) Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. PTK PTK sebagaimana dinyatakan oleh Tampubolon (2013 15) adalah suatu teknik berpikir kritis yang menggunakan kapasitas siklus untuk membedakan dan mengatasi masalah dengan membuat langkah-langkah substansial sebagai siklus. Jenis kegiatan belajar wali kelas ini diambil karena merupakan salah satu cara guru pembimbing untuk mengetahui sehingga selalu meningkat melalui perbaikan terus-menerus. Hasil belajar siswa lebih berkembang karena adanya proses refleksi diri yang dimanfaatkan dalam penelitian kegiatan ruang belajar yang diharapkan dapat mengenali kekurangan dalam pengalaman yang berkembang. Proses perbaikan dilakukan dalam proses pembelajaran melalui perencanaan dan pelaksanaan sesuai dengan program pembelajaran yang telah disusun. Menurut Restu (2010 212) desain penelitian juga dikenal sebagai desain studi mengacu pada rencana struktur dan prosedur investigasi yang akan digunakan untuk menemukan solusi atas masalah atau masalah pendidikan. Menurut Dadang (2013 46) desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kemmis amp McTaggart (1988) yang menggunakan empat proses penelitian perencanaan tindakan observasi dan refleksi. Ada dua siklus penelitian ini. Tindakan berikut akan dilakukan secara rinci untuk untuk mendongkrak tingkat aktivitas dan prestasi akademik siswa kelas XI PSSM SMKN 1 Blitar digunakan model pembelajaran Snowball Throwing. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan II Sebuah tes akan digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi pembelajaran murid. Dalam paradigma pembelajaran Snowball Throwing tes diberikan pada akhir pelajaran atau mengikuti kesimpulan dari kegiatan kelompok. Tes diberikan pada pertemuan kedua siklus I dan II. Tes terdiri dari 25 pertanyaan pilihan ganda masing-masing dengan lima kemungkinan jawaban (a b c d dan e). Tes dalam penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga kali yaitu sekali pada tahap pra penelitian dan dua kali pada siklus I dan II. Setiap ujian memiliki tingkat kesulitan yang unik. Grafik dan tabel tersebut di atas menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari waktu ke waktu. Pada siklus II hasil belajar siswa dapat lebih baik dari tujuan peneliti. Jika dibandingkan dengan tolok ukur peneliti sebesar 75% 100% siswa mendapatkan nilai ketuntasan. Dengan menggunakan lembar observasi guru dapat memantau partisipasi siswa dalam paradigma pembelajaran Snowball Throwing. Sistem peringkat numerik digunakan pada lembar observasi. Pada kolom aspek evaluasi jenis ini memberikan angka 1-4 dengan kategorisasi yang kurang ideal. Memperhatikan guru memberikan jawaban atas pertanyaan berpartisipasi aktif dalam diskusi mengemukakan pendapat berpartisipasi aktif dalam menawar aktif memperoleh informasi aktif mencatat dan aktif mengambil kesimpulan adalah semua bagian evaluasi yang dievaluasi berdasarkan pengamatan terhadap perilaku siswa. bawah ini menunjukkan temuan dari melihat aktivitas siswa pada setiap siklus secara keseluruhan siswa di setiap siklus. Alhasil pada siklus II penelitian ini memasukkan paradigma pembelajaran Snowball Throwing untuk mendorong keterlibatan siswa. Hasil belajar siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 69% dibandingkan dengan standar awal sebesar 65%.