Skripsi
Eksistensi sanksi adat \"karang memadu\" sebagai bentuk tertib sosial masyarakat Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli / Thalia Putri Camila
Abstrak
Desa Pakraman Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli Bali menganggap bahwa poligami merupakan suatu perilaku yang sangat menentang serta menyimpang terhadap nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Poligami juga merupakan sebuah pelanggaran hukum adat yang ada dan ditaati serta dihormati dalam Desa Pakraman Penglipuran tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai bagaimana karang memadu dapat menjadi salah satu sanksi adat yang mampu mengatur jalannya kehidupan masyarakat yang sesuai dengan aturan adat di Desa Adat Penglipuran dan mengungkap apakah pelanggaran tersebut pernah terjadi ataukah belum pernah sama sekali. Penelitian ini dibuat menggunakan pendekatan kualitatif naratif kategori deskriptif yang dimana peneliti akan mendeskripsikan dan menceritakan bagaimana keadaan yang terjadi ketika ada pelaku yang melanggar aturan adat tersebut. Sumber data primer dan sekunder digunkaan dalam penelitian ini berupa hasil observasi wawancara dokumentasi dan berbagai sumber artikel jurnal yang relevan untuk menguatkan argumentasi peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sanksi adat karang memadu menjadi salah satu sanksi yang tercantum dalam awig-awig yang mampu menjaga keteraturan sosial dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Penglipuran. Sanksi adat karang memadu ini menjadi salah satu bukti karena dapat mencegah poligami di Desa Adat Penglipuran.