Skripsi
Pengembangan media pembelajaran autodesk inventor berbasis website sebagai media pendamping pembelajaran dalam mata pelajaran gambar teknik manufaktur kelas XI SMK Nasional Malang / Mohamad Gaffa Rizki Fauzi
Abstrak
Perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah paradigma dalam pengembangan media pembelajaran menciptakan transformasi signifikan dalam metode-metode pendidikan. Dengan munculnya teknologi informasi dan komunikasi terutama internet dan perangkat pintar guru dan siswa kini dapat mengakses sumber daya pendidikan secara lebih dinamis dan interaktif. Penggunaan aplikasi platform daring dan konten multimedia dalam media pembelajaran telah memungkinkan personalisasi belajar kolaborasi antar siswa serta pengembangan keterampilan berbasis teknologi. Dengan demikian perkembangan teknologi dalam konteks media pembelajaran bukan hanya memfasilitasi akses terhadap pengetahuan tetapi juga menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih adaptif menantang dan relevan dengan tuntutan zaman. Permasalahan yang terjadi di dalam kegiatan pembelajaran Gambar Teknik Manufaktur Kelas XI adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur di SMK Nasional Malang. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini antara lain mengembangkan media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website sebagai media pendamping pembelajaran dalam Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur kelas XI SMK Nasional Malang mengetahui kelayakan dari media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website sebagai media pendamping pembelajaran dalam Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur kelas XI SMK Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan menerapkan model ADDIE. Analyze dilakukan untuk menganalisis setiap aspek pengembangan yang akan dikembangkan serta langkah-langkah penjaminan mutunya. Design dilakukan dengan membuat tujuan pembelajaran dan menentukan strategi pembelajaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tahap development dilakukan untuk menyusun materi pembelajaran yang dirancang pada tahap design dan dikembangkan menjadi materi pembelajaran yang sangat menarik. Implementation dilakukan dengan menguji media pembelajaran yang sudah dikembangkan kepada user/responden. Tahap evaluation yang dilakukan ialah evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan di setiap tahapan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website yang dibuat. Media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website yang sudah dibuat dinilai terlebih dahulu oleh ahli materi dan ahli media sebelum dilakukan uji coba kepada peserta didik. Ahli materi dan ahli media yang digunakan ialah pendidik yang mengajar mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur di SMK Nasional Malang dan juga Dosen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli materi mendapatkan persentase penilaian sebesar 93% dan dapat dikategorikan ldquo Sangat Layak rdquo . Hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli media mendapatkan persentase penilaian sebesar 86% dan dapat dikategorikan ldquo Sangat Layak rdquo . Media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website yang telah mendapatkan hasil kelayakan yang sangat baik dapat dilanjutkan untuk di uji coba terhadap peserta didik. Uji coba pertama dilakukan terhadap kelompok kecil yang berjumlah 10 peserta didik dan mendapatkan persentase penilaian sebesar 84% dan dapat dikategorikan ldquo Sangat Layak rdquo kemudian dilakukan uji coba terhadap kelompok besar yang berjumlah 30 peserta didik dan mendapatkan persentase penilaian sebesar 85% dan dapat dikategorikan ldquo Sangat Layak rdquo . Hasil kelayakan ini mendapatkan hasil yang sangat baik sehingga media pembelajaran Autodesk Inventor berbasis website yang telah dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendamping pembelajaran di dalam kelas Gambar Teknik Manufaktur kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang.