Skripsi
Pengembangan media pembelajaran menggunakan prezi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perencanaan irigasi di SMKN 6 Malang / Rizal Alfian Dwi Putra
Abstrak
Kualitas pendidikan di Indonesia menimbulkan kekhawatiran karena penggunaan media pembelajaran yang kurang efektif terutama dalam mata pelajaran Perencanaan Konstruksi Jalan Irigasi dan Jembatan di SMKN 6 Malang. Melalui observasi dan wawancara dengan para guru siswa ditemukan kurang aktif dan kesulitan memahami materi. Kendala mencakup kurangnya materi yang mudah dipahami kesulitan siswa memahami materi dan kurangnya minat siswa membaca materi bahan ajar. Survei awal menunjukkan bahwa 68 8% siswa kesulitan memahami penjelasan guru dan 56 3% merasa pembelajaran monoton karena hanya menggunakan teks bacaan format PDF. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan pengembangan media pembelajaran yang meningkatkan minat motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi perencanaan irigasi. Salah satu solusinya adalah menggunakan Prezi aplikasi dengan teknologi Zoom User Interface (ZUI) untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan merancang media pembelajaran yang menarik dan interaktif diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengoptimalkan hasil belajar siswa di SMKN 6 Malang. Metode yang diterapkan dalam proses perkembangan media belajar menggunakan prezi adalah metode penelitian dan pengembangan (R amp D). Metode ini digunakan dengan pendekatan sistematis untuk menemukan mengembangkan dan perlu pengujian dari suatu produk sehingga hasilnya mempunyai nilai ilmiah yang tinggi serta bisa dipercaya. Penelitian ini mengadopsi model ADDIE yang mempunyai lima tahap Analisis Desain Pengembangan Implementasi serta Evaluasi. Subjek penelitian melibatkan 33 siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Konstruksi Jalan Irigasi dan Jembatan (KJIJ) semester genap di SMKN 6 Malang tahun ajaran 2022/2023. Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa produk pengembangan media pembelajaran telah divalidasi secara positif dengan skor validasi mencapai 95% untuk isi materi dan 92 5% untuk aspek media. Secara keseluruhan pencapaian hasil belajar siswa mencapai 72 73% dimana sebagian besar siswa (72 73%) berhasil mendapatkan nilai di atas Kriteria. Ketuntasan. Minimum (KKM). Meskipun terdapat siswa 27 27% mendapat nilai di bawah KKM persentase keseluruhan hasil belajar mencapai 75 60 melebihi angka 75 yang menandakan keberhasilan. Dengan demikian media pembelajaran ini telah layak untuk digunakan pada proses pembelajaran guna meningkatkan kemampuan belajar siswa.