Disertasi
Karakteristik pedagogical content knowledge guru dalam merespons hasil pekerjaan siswa / Christi Matitaputty
Abstrak
Guru memiliki tantangan dalam merespons hasil pekerjaan siswa. Tantangan ini melibatkan cara guru dalam mengidentifikasi kesalahan dan kesalahpahaman yang muncul saat siswa menyelesaikan soal. Guru harus mampu memahami pemikiran siswa dalam menyelesaikan soal matematika sehingga guru dapat memberikan umpan balik yang efektif untuk mengatasi kesalahan dan kesalahpahaman siswa. Umpan balik tidak saja menjelaskan kesalahan tetapi juga memberikan panduan yang konstruktif tentang cara memperbaiki pemahaman matematika siswa. Hal ini menunjukkan bahwa Pedagogical Content Knowledge (PCK) atau pengetahuan konten pedagogis guru sangat penting dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik PCK guru dalam merespons hasil pekerjaan siswa. Penelitian kualitatif dengan jenis eksploratif ini melibatkan 45 guru SMP/SMA/SMK yang aktif mengajar di Kota Malang dan memiliki pengalaman mengajar materi persamaan kuadrat. Peneliti sendiri menjadi instrumen utama dengan dukungan instrumen berupa soal yang dikerjakan oleh siswa dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal kepada siswa yang dijawab secara tertulis di mana ditemukan kesalahan atau kesalahpahaman secara alami pada siswa dari subjek penelitian serta melalui wawancara semi-terstruktur. Kesalahan terjadi ketika siswa membuat ketidaktepatan dalam menyelesaikan tugas disebabkan oleh kecerobohan atau kurang teliti. Kesalahan ini jika bersifat sistematis disebut kesalahpahaman. Kesalahpahaman tidak hanya terbatas pada kesalahan prosedural melainkan melibatkan pola kesalahan yang konsisten dengan adanya penalaran. Data yang diperoleh mencakup respons guru terhadap hasil pekerjaan siswa transkrip hasil think aloud guru dan hasil wawancara yang kemudian dianalisis secara kuantitatif. Sebanyak 40 dari 45 guru yang mampu memberikan respons dengan tepat terhadap hasil pekerjaan siswa. Peneliti mengelompokkan 40 respons guru dengan didasarkan pada kemampuan guru dalam mengidentifikasi kesalahan atau kesalahpahaman siswa dan penggunaan scaffolding untuk mengeliminasi kesalahan atau kesalahpahaman siswa. Berdasarkan hal tersebut terdapat tiga kelompok yang terbentuk. Kelompok 1 terdiri dari 25 guru yang mengalami kesulitan menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pemahaman konsep untuk mengatasi kesalahan siswa. Kelompok 2 terdiri dari 13 guru yang tidak langsung menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pertanyaan pemandu dalam mengatasi kesalahan kesalahan dan kesalahpahaman siswa. Sementara itu Kelompok 3 terdiri dari 2 guru yang dengan mudah menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pengembangan konsep untuk mengatasi kesalahan dan kesalahpahaman siswa. Dalam merespons hasil pekerjaan siswa terdapat dua variasi respons dalam setiap kelompok dan peneliti memilih dua guru dari setiap kelompok yang mewakili masing-masing variasi. Keputusan ini diambil berdasarkan pemahaman guru terhadap hasil pekerjaan siswa. Sebagai hasilnya terpilihlah 2 guru dari setiap kelompok sebagai subjek penelitian. Dari hasil analisis teridentifikasi tiga kelompok pemahaman guru dalam merespons hasil pekerjaan siswa yaitu naive PCK developing PCK dan sophisticated PCK. Guru dengan tipe naive PCK dicirikan secara khas dengan perilaku mampu menyadari kesalahan siswa namun mengalami kesulitan dalam menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pemahaman konsep untuk mengatasi kesalahan siswa. Karakteristik tipe naive PCK diidentifikasi melalui tiga komponen utama yaitu pengetahuan tentang konten dan siswa pengetahuan tentang konten dan kurikulum dan pengetahuan tentang konten dan mengajar. Pertama pada komponen pengetahuan tentang konten dan siswa terdapat beberapa ciri yang mencakup (1) guru memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kesalahan prosedural siswa tetapi kesulitan dalam mengidentifikasi kesalahpahaman siswa (2) guru terbatas mendeskripsikan konsep yang dipahami siswa dalam menyelesaikan soal (3) guru mampu mendeskripsikan prosedur yang dipahami siswa dalam menyelesaikan soal. Selanjutnya pada komponen pengetahuan konten dan kurikulum (1) guru secara terbatas mendeskripsikan konsep dan prosedur dari topik persamaan kuadrat (2) guru secara terbatas mendeskripsikan konsep prosedur hubungan antar konsep topik/sub topik yang berkaitan dengan materi persamaan kuadrat. Terakhir pada komponen pengetahuan konten dan mengajar guru menunjukkan kemampuan dengan (1) menggunakan scaffolding yang berfokus pada menjelaskan kembali konsep dan memberikan panduan untuk mengeliminasi kesalahan siswa dan (2) menjelaskan alasan di balik pemilihan scaffolding tersebut untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan memperhatikan kemampuan siswa saat menyelesaikan soal. Guru dengan tipe developing PCK dicirikan secara khas dengan perilaku tidak segera menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pertanyaan pemandu dalam mengeliminasi kesalahan siswa. Karakteristik tipe developing PCK diidentifikasi melalui tiga komponen utama yaitu pengetahuan tentang konten dan siswa pengetahuan tentang konten dan kurikulum dan pengetahuan tentang konten dan mengajar. Pertama pada komponen pengetahuan tentang konten dan siswa terdapat beberapa ciri yang mencakup (1) guru memiliki kemampuan untuk mengenali kesalahan siswa meskipun tidak segera menyadari kesalahpahaman siswa (2) guru dapat mengidentifikasi penyebab kesulitan dan sikap siswa dalam menyelesaikan soal (3) guru mampu mendeskripsikan konsep dan prosedur yang dipahami siswa dalam menyelesaikan soal. Selanjutnya pada komponen pengetahuan tentang konten dan kurikulum guru memiliki kemampuan untuk (1) menjelaskan kedudukan materi persamaan kuadrat dalam kurikulum sebagai prasyarat untuk topik fungsi kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat (2) meskipun secara terbatas guru mampu mendeskripsikan konsep prosedur hubungan antar konsep topik atau sub topik yang berkaitan dengan materi persamaan kuadrat. Terakhir pada komponen pengetahuan tentang konten dan mengajar guru menunjukkan kemampuan dengan (1) menggunakan scaffolding pertanyaan terbimbing untuk mengeliminasi kesalahan dan kesalahpahaman siswa (2) menjelaskan alasan di balik pemilihan scaffolding tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Guru dengan tipe sophisticated PCK dicirikan secara khas dengan perilaku mudah menyadari kesalahpahaman siswa dan menggunakan scaffolding pengembangan konsep dalam mengeliminasi kesalahan siswa. Karakteristik tipe sophisticated PCK diidentifikasi melalui tiga komponen utama yaitu pengetahuan tentang konten dan siswa pengetahuan tentang konten dan kurikulum dan pengetahuan tentang konten dan mengajar. Pertama pada komponen pengetahuan tentang konten dan siswa terdapat beberapa ciri yang mencakup (1) kemampuan guru untuk dengan mudah mengidentifikasi kesalahan kesalahpahaman konsep dan prosedur yang dipahami siswa saat menyelesaikan soal (2) kemampuan guru untuk dengan mudah mengidentifikasi penyebab kesulitan dan sikap siswa dalam menyelesaikan soal (3) kemampuan guru untuk mendeskripsikan konsep dan prosedur yang dipahami siswa dalam menyelesaikan soal. Pada komponen pengetahuan tentang konten dan kurikulum guru dengan tipe sophisticated PCK menunjukan kemampuan dengan (1) secara luas mendeskripsikan urutan materi persamaan kuadrat dalam kurikulum (2) secara luas mendeskripsikan konsep prosedur hubungan antar konsep serta topik/sub topik yang berkaitan dengan materi persamaan kuadrat. Terakhir pada komponen pengetahuan tentang konten dan mengajar guru dengan tipe sophisticated PCK menunjukkan kemampuan dengan (1) menggunakan scaffolding yang difokuskan pada memperluas pemahaman siswa (2) mengembangkan scaffolding yang tepat untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan memperhatikan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal serta memperluas pengetahuan siswa tentang konten. Perbedaan karakteristik naive PCK developing PCK dan sophisticated PCK terletak pada komponen pengetahuan tentang konten dan siswa pengetahuan tentang konten dan kurikulum dan pengetahuan tentang konten dan mengajar. Pada komponen pengetahuan tentang konten dan siswa pemahaman guru yang berhubungan dengan pemikiran siswa saat menyelesaikan soal menjadi ciri khusus yang membedakan ketiga struktur PCK tersebut. Pada komponen pengetahuan tentang konten dan kurikulum kemampuan guru dalam mendeskripsikan hubungan antar konsep topik/sub topik yang berhubungan dengan topik persamaan kuadrat menjadi ciri khusus yang membedakan ketiga struktur PCK tersebut. Pada komponen pengetahuan tentang konten dan mengajar pemilihan scaffolding guru untuk mengeliminasi kesalahan dan kesalahpahaman siswa menjadi ciri khusus yang membedakan ketiga struktur PCK tersebut.