Skripsi
Penumbuhan sikap toleransi beragama bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Rengel Kabupaten Tuban / Esti Diah Kusumawati
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang sangat menjaga eksistensi toleransi beragamanya. Namun masih sering dijumpai kasus-kasus intoleransi di Indonesia. SMA Negeri 1 Rengel merupakan sekolah yang menerapkan program toleransi beragama dalam lingkungannya sebab sekolah ini terletak disebuah daerah yang mayoritas muslim dan terdapat juga masyarakat minoritas beretnis Etnis Tionghoa tetapi berhasil menyatukan seluruh pihak sekolah menjadi rukun. Maka dari itu tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan potret program penumbuhan karakter siswa kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah dan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Subjek kajian ini adalah kepala sekolah guru PPKn guru PAI guru BK guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik SMA Negeri 1 Rengel. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran hasil yang detail sesuai dengan keadaan nyata di lapangan. Data dikumpulkan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi kemudian diolah dengan cara mereduksi data penyajian data dalam bentuk tulisan dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Adapun pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data dan member check. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya pembentukan toleransi siswa di SMA Negeri 1 Rengel dilaksanakan melalui program kegiatan anata lain Jumat Berkah Jumat Kalbu peringatan Maulid Nabi peringatan Paskah dan Natal. Kendala yang dihadapi adalah siswa kurang disiplin dan diskriminatif terhadap siswa yang berasal dari etnis tionghoa kurangnya fasilitas sekolah untuk menunjang pembelaaran siswa non-muslim. Solusi untuk mengatasinya adalah membuat tata tertib menerapkan sistem presensi perkelas memberikan sanksi kepada siswa yang tidak mengikuti kegiatan apabila lebih dari tiga kali dan membentuk kelompok kecil untuk memeriksa dan saling mengingatkan kehadiran temannya mengkomunikasikan agar tidak memanggil teman yang berasal dari Etnis Tionghoa dengan panggilan istilah dari Etnis Tionghoa serta menyedikan ruang untuk peribadatan siswa non-muslim.