Skripsi
Single subject research: gambaran perilaku anti sosial anak usia dini di PAUD Matahari Tegalgondo / Shinta Dilla Purnawirastri
Abstrak
Perkembangan sosial emosional adalah kemampuan anak dalam mengelola dan mengekspresikan emosi pada lingkungan sekitar serta anak mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi untuk memahami keadaan dan perasaan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah yang pertama melakukan analisis karakteristik perilaku anti sosial pada anak 4 tahun. Kedua untuk mengetahui dampak perilaku anti sosial bagi korban di PAUD Matahari. Yang ketiga untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya gangguan perilaku anti sosial pada anak. Yang keempat untuk mengetahui hambatan guru dalam menangani pada anak yang memiliki perilaku anti sosial. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal yang akan disajikan dalam bentuk narasi berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pengumpulan data dilapangan dengan 3 tahap teknik yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya di lakukkan analisis data dengan menyeleksi dan menyederhanakan yang di peoleh dari lapangan. Data yang sudah dianalisis kemudian disajikan dengan uraian tabel dan gambar supaya lebih mudah dipahami. Setelah semua tahap telah di lakukkan maka peneliti menarik kesimpulan data hasil yang diperoleh. Kesimpulan yang diperoleh harus dapat bisa menjawab rumusan masalah yang dirumuskan awal. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan gambaran perilaku anti sosial untuk anak usia dini di PAUD Matahari Tegalgondo melalui penanganan oleh guru sudah berjalan baik. Bentuk penerapannya dengan memberikan pemahaman kepada anak bahwa sikap mengganggu merupakan perilaku yang salah dan jika anak berada diposisi yang sama maka anak tidak senang. Sebenarnya anak memiliki rasa bersalah tetapi anak berusaha mencari perhatian kepada guru. Hasil perkembangan yang dicapai pada anak yang memiliki perilaku anti sosial di PAUD Matahari Tegalgondo setelah melakukan penanganan oleh guru yaitu cukup bagus dan baik dibandingkan sebelum awal masuk setelah mendapat penanganan dari guru. Anak sudah mulai bisa mengontrol emosinya sendiri meskipun terkadang sampai saat ini masih suka mengganggu tetapi sudah tidak seperti dulu.