Tesis
Analisis tugas berbasis inkuiri dan berpikir tingkat tinggi (hots) pada buku teks biologi SMA/MA di Sulawesi Selatan / Muh. Akbar S.
Abstrak
Buku teks merupakan salah satu bahan ajar penting yang diperlukan peserta didik untuk membantu memahami biologi. Kajian buku teks patut mendapat perhatian yang serius terutama hendaknya memuat inkuiri dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) kedua hal tersebut dijadikan perhatian utama dalam pembelajaran sains. Buku teks berbasis inkuiri banyak dikembangkan dan diadopsi secara luas namun upaya evaluasinya tertinggal. KemendikbudRistek mendorong penggunaan pendekatan kontekstual dan inkuiri dalam pembelajaran biologi dalam kurikulum Merdeka. Kompetensi dasar (KD) dalam ranah kognitif Kurikulum 2013 menekankan pentingnya berpikir tingkat tinggi (HOTS). Oleh karena itu inkuiri dan HOTS harus menjadi unsur kunci dalam buku teks dan tugas-tugasnya dan perlu mendapat evaluasi. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh langsung dari buku teks Biologi kelas X XI dan XII. Cluster random sampling digunakan untuk mengetahui buku teks biologi dari setiap masing-masing perwakilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Frekuensi dari kemunculan tiap buku teks dihitung. Buku dengan frekuensi tertinggi dari tiap kelas yang akan dianalisis. Penelitian ini menggunakan Inquiry-based Tasks Analysis Inventory (ITAI) yang memiliki validitas dan reliabilitas yang kuat untuk menganalisis desain tugas berbasis inkuiri. ITAI telah diadaptasi dengan validitas dan reliabilitas yang diperbarui untuk memastikan konsistensi interpretasi dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis tugas berbasis HOTS adalah Bloom rsquo s Taxonomy-Base Tasks Analysis Inventory (BT-TAI). BT-TAI mendapatkan validitas tinggi dengan koefisien Gregory satu dan reliabilitas yang tinggi dengan rerata koefisien Fleiss Kappa 0 898 (almost perfect) sehingga memenuhi syarat untuk digunakan. Tugas-tugas berbasis inkuiri dalam buku teks biologi di Sulawesi Selatan masih belum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih keterampilan proses inkuirinya. Kekurangan ini terlihat dari ketidakseimbangan keterampilan proses yang terdapat dalam satu buku teks. Kelemahan ini juga terlihat seringkali tugas inkuiri tidak dimulai dengan pertanyaan dan cenderung memberikan panduan kegiatan seperti resep masakan sehingga peserta didik sulit mencapai kesimpulan yang beragam. Tugas dalam buku teks cenderung didominasi oleh tugas yang hanya menguji keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) dengan penekanan yang lebih besar pada aspek mengingat (C1) memahami (C2) dan menerapkan (C3). Meskipun tugas LOTS lebih umum di setiap tingkatan kelas terdapat ketidakseimbangan dalam penggunaan indikator dan subindikator dalam buku teks. Tugas yang memacu keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sangat jarang ditemukan dalam semua buku teks dan terdapat ketidakseimbangan serupa dalam tugas LOTS. Penggunaan indikator dan subindikator yang tidak lebih dari satu dalam taksonomi Bloom pada tugas membuatnya kurang kompleks dan menantang bagi peserta didik.