Skripsi
Pengaruh konsentrasi curcumin pada komposit nanofiber pva/collagen/chitosan/hap/curcumin terhadap sifat antibakteri untuk scaffold jaringan tulang / Syafara Anggita Rahmawati
Abstrak
Salah satu penggunaan nanoteknologi dalam dunia medis adalah pengaplikasian nanofiber sebagai scaffold untuk teknologi rekayasa jaringan tulang. Nanofiber dinilai memiliki potensi sebagai pengganti jaringan karena strukturnya menyerupai ECM jaringan tulang alami dapat memberikan tempat bagi sel untuk menumbuhkan jaringan baru. Pada penelitian sebelumnya penambahan konsentrasi curcumin mampu menekan aktivitas antibakteri secara signifikan sehingga pada penelitian ini penambahan konsentrasi curcumin digunakan agar mampu meningkatkan properti antibakteri. Penelitian ini mensintesis komposit nanofiber PVA/Collagen/Chitosan/HAp/Curcumin menggunakan metode electrospinning. PVA yang memiliki sifat biokompatibel dan juga dapat membentuk fiber yang baik. Sedangkan kombinasi Collagen bersama HA dan Chitosan digunakan karena memiliki struktur menyerupai struktur tulang serta memiliki sifat biodegradabel yang baik. Variasi penambahan Curcumin dengan konsentrasi 0% 3% 6% dan 9%. Untuk mengamati morfologi permukaan serta gugus fungsi yang terkandung pada sampel dilakukan karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) serta uji antibakteri menggunakan metode sumuran untuk mengamati zona inhibisi yang terbentuk oleh aktivitas bakteri. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan semakin meningkat konsentrasi curcumin maka diameter fiber yang terbentuk dan porositas semakin menurun. Diameter yang terbentuk berada pada kisaran 20-150 nm sedangkan porositas yang terukur berada pada kisaran 50-60% dengan porositas tertinggi pada konsentrasi 3% yaitu 62 43%. Hasil FTIR menunjukkan bahwa terdeteksi gugus PVA Chitosan Collagen dan HAp pada keempat sampel. Sedangkan terjadi penebalan puncak gugus C O pada curcumin seiring dengan peningkatan konsentrasi curcumin. Pada hasil uji antibakteri diameter optimum pada bakteri E. coli berada pada konsentrasi 3% dengan diameter sebesar 6 41 mm. Sedangkan pada bakteri S. aureus diameter zona inhibisi terus meningkat dengan diameter terbesar pada konsentrasi 9% dengan diameter 8 85 mm.