Skripsi
Efek latihan daya tahan terhadap sitokin pro-inflamasi / Adhiratih Ken Sari
Abstrak
Latihan fisik merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan inflamasi sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada obesitas. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek latihan daya tahan intensitas sedang terhadap penurunan inflamasi pada perempuan obesitas. Dua puluh perempuan obesitas yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan digunakan sebagai subjek. Kemudian subjek dibagi menjadi dua kelompok kelompok kontrol (G1) dan kelompok latihan daya tahan (G2). Latihan daya tahan intensitas sedang dilakukan dengan cara lari diatas treadmill selama 40 menit dengan frekuasi 5 kali/minggu selama 2 minggu. Intensitas sedang dilakukan dengan 60%-70% HRmax. Pengambilan sampel darah untuk pengukuran inflamasi dilakukan sebelum dan setelah perlakukan dengan menggunakan biomarker CRP (C-Reactive Protein). Pengukuran CRP dengan menggunakan metode enzim-linked immunosorbent assay (ELISA). Pengambilan sampel darah dari vena cubiti sebanyak 4 ml. Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk dengan taraf signifikan (p lt 0.05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat penurunan inflamasi antara kelompok kontrol dengan kelompok latihan daya tahan (p lt 0.05). Hal ini menunjukan bahwa latihan daya tahan intensitas sedang menurunkan inflamasi pada perempuan obesitas sehingga dapat disarankan untuk menurunkan tingkat inflamasi pada perempuan obesitas menggunakan latihan daya tahan intensitas sedang.