Disertasi
Pengembangan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai Kenabian untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis santri / Ari Khusumadewi
Abstrak
Permasalahan santri di pesantren sangatlah beragam. Hal tersebut dikuatkan oleh hasil survey permasalahan kondisi kesejahteraan psikologis didapatkan data kondisi kesejahteraan psikologis di pondok pesantren miftahul ulum yaitu dimensi penerimaan diri sebesar 22% kategori tinggi 57% kategori sedang dan 21% kategori rendah. Untuk data personal growth sebesar 34% kategori tinggi 31% kategori sedang dan 35% kategori rendah. Data yang didapatkan pada dimensi hubungan yang positif dengan orang lain (positive relationship with other) sebesar sebesar 25% kategori tinggi 28% kategori sedang dan 47% kategori rendah. Data yang didapatkan pada dimensi kapasitas dalam mengatur kehidupannya (environmental mastery) sebesar 31% kategori tinggi 39% kategori sedang dan 30% kategori rendah. Data yang didapatkan pada dimensi kemampuan untuk menentukan tindakan sendiri (autonomy) sebesar 32% kategori tinggi 33% kategori sedang dan 35% kategori rendah. Pada beberapa pesantren yang menyatakan bahwa masalah yang dialami santri terkait dengan adaptasi hidup lingkungan di pesantren kesiapan belajar di pesantren bagaimana hubungan dengan teman sebaya kebingungan karir di masa depan kemandirian dalam hidup masalah kesehatan penerimaan diri dan permasalahan berkaitan proses perkembangan remaja baik secara fisik maupun secara psikologis. Penjelasan tersebut menunjukkan banyaknya masalah yang dialami oleh santri di pesantren yang terjadi diberbagai aktivitas sehari-hari santri yang secara tidak langsung menjadi kendala dan berpengaruh pada kondisi psikologis santri salah satu bentuknya adalah ketidaknyamanan santri di pesantren munculnya keinginan kuat untuk pulang bertengkar dengan teman sekamarnya membolos kegiatan belajar dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan bagian dari apsek kesejahteraan psikologis yaitu kemandirian pertumbuhan diri hubungan positif dengan orang lain penguasaan lingkungan dan penerimaan diri. Penelitian ini mengembangkan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai kenabian. Bimbingan ini dilakukan pada santri dengan menggunakan nilai-nilai nabi sebagai dasar dalam pengembangannya. Pengembangan model menggunakan desain pengembangan Borg and Gall (1983) yang memiliki dua tujuan utama yakni mengembangkan produk dan menguji keefektifan produk dalam mencapai tujuan yang diwujudkan dalam 10 tahap pengembangan. Pengembangan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai kenabian untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis santri menghasilkan dua produk yaitu panduan bimbingan kelompok dan skala kesejahteraan psikologis santri. Panduan bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai kenabian telah diuji akseptabilitasnya oleh beberapa ahli dan calon pengguna. Uji ahli dilakukan oleh 3 orang ahli materi dan 3 orang ahli media.Sedangkan skala kesejahteraan psikologis santri telah diuji validitas dan realibilitasnya pada 1018 santri dan dianalisis menggunakan Rasch an aacute lisis. Subjek dalam penelitian ini adalah santri dari 5 pondok pesantren yaitu pondok pesantren Tebuireng Jombang pondok pesantren Darul Falah Ponorogo pondok pesantren Miftahul Ulum Malang pondok pesantren Zainul Hasan Probolinggo dan pondok pesantren Nasyrul Ulum Sumenep sebanyak 120 santri yang dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Santri yang dimaksud adalah santri yang berada pada tahap perkembangan remaja dan sekolah pada tingkat SMP atau MTs. Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ketercapaian tujuan pengembangan produk menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis santri meningkat setelah diberikan perlakuan. Hal ini ditunjukkan dari hasil signifikansi 0.000 pada uji anova satu jalur. Nilai signifikansi lebih kecil dari alpha 0.05 artinya ada perbedaan yang signifikan diantara satu atau lebih kelompok. Selain itu perubahan yang terjadi pada santri seperti lebih bahagia saat belajar di pesantren mulai berteman akrab dengan teman-temannya memiliki perencanaan dan tujuan hidup serta menyatakan betah tinggal di pesantren. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai kenabian efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis santri.