Skripsi
Tradisi jimpitan di Desa Simogirang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo / Kiv Nur Rosyidatur Rohmah
Abstrak
Tradisi jimpitan merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu namun tradisi ini masih dilestarikan di sejumlah daerah di Indonesia salah satunya yaitu desa simogirang kecamatan prambon kabupaten sidoarjo. Tradisi ini memiliki banyak manfaat sehingga memang layak untuk dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui proses pelaksanaan dan hasil tradisi jimpitan di desa Simogirang kecamatan Prambon kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola tradisi jimpitan dan masyarakat desa Simogirang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Ada beberapa tahapan metode analisis data dalam penelitian yaitu tahap reduksi data tahap penyajian dan tahap penarikan kesimpulan. Peneliti juga menggunakan triangulasi data untuk melihat keabsahan data yaitu dengan menggabungkan triangulasi sumber teknik dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan jimpitan adalah sebagai berikut 1) Masyarakat memberikan sejumput atau sedikit beras bahan pangan ataupun uang dll kepada koordinator setiap RT dengan cara memberikan secara langsung di rumahnya atau menitipkan pada saat bertemu. 2) Barang atau uang yang sudah dikumpulkan oleh masyarakat kepada koordinator RT akan diberikan ke pengurus tradisi jimpitan di balai desa. 3) barang yang sudah dikumpulkan di balai desa akan dipilih atau di seleksi dengan mengelompokkan sesuai jenisnya oleh pengurus dari tradisi jimpitan. 4) selanjutnya barang jimpitan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang sudah di tentukan pengurus tradisi jimpitan. Tradisi jimpitan di desa Simogirang masih memegang teguh nilai-nilai budaya dengan berpegang teguh pada kepercayaan masyarakat yang berlandaskan kejujuran dan tetap berpegang teguh pada syariat agama. Tradisi jimpitan di desa simogirang dikemas dengan modern mengikuti perkembangan zaman yaitu dengan membentuk kepengurusan sehingga lebih terorganisir. Manfaat adanya tradisi jimpitan di desa simogirang dapat membuat warga desa Simogirang lebih memiliki kesadaran akan kehidupan sosial munculnya rasa empati dan membuat masyarakat lebih menghargai satu sama lain. Selain itu masyarakat yang berkebutuhan khusus dan anak yatim piatu juga merasa terbantu dengan adanya tradisi jimpitan di desa simogirang masyarakat yang memiliki keterbatasan khusus dapat tetap bekerja namun kebutuhan pangannya sudah terbantu dengan adanya tradisi jimpitan begitupun anak yatim piatu meraka tetap dapat melanjutkan pendidikannya sehingga dengan adanya tradisi jimpitan ini dapat mengurangi nilai kemiskinan dan nilai putus sekolah.