Tesis
Kontribusi literasi digital dan interaksi belajar antar siswa terhadap keterampilan memecahkan masalah pada pembelajaran IPAS siswa Kelas iv Sekolah Dasar / Dewi Nurjanah
Abstrak
Pendidikan di tingkat dasar membantu siswa belajar tentang sikap dan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk hidup bermasyarakat. Sejalan dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi siswa diupayakan dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas dapat mengembangkan diri secara positif dan terampil. Terampil dalam hal ini bisa menyelesaikan masalah siap menjawab peluang dan tantangan serta dapat mengembangkan pengetahuan menemukan informasi secara cepat di era digital ini untuk menjawab permasalahan yang ditemukan (Rintayati et al. 2022) yaitu memecahkan masalah dalam pembelajaran IPAS. Proses belajar siswa dirumuskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dimaknai secara positif dengan menekankan pada kecakapan siswa dalam mencari tahu informasi dari berbagai sumber merumuskan permasalahan berpikir analitis dan bisa bekerjasama (Pendidikan et al. 2022) berinteraksi dengan orang lain dalam menambah wawasan (Barker et al. 2015) dan menyelesaikan masalah sesuai usia perkembangan siswa agar pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat tercapai. Artinya dapat mendorong siswa terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan sikap dan perilaku. Hal ini yang menjadi kebaruan penelitian pada penekanan pembelajaran IPAS (IPA dan IPS) yang akan diukur secara ilmiah. Merujuk pada Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah yaitu memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah pembelajaran IPAS sesuai karakteristik siswa kelas IV SD di Kecamatan Waru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei karena peneliti mengajukan pertanyaan pada responden dalam bentuk kuesioner yaitu daftar pilihan untuk variabel bebas dan uraian untuk variabel terikat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi literasi digital dan interaksi belajar antar siswa terhadap keterampilan memecahkan masalah pembelajaran IPAS siswa SD kelas IV di Kecamatan Waru secara parsial dan simultan. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu variabel bebas yang diwakili oleh Literasi Digital (X1) Interaksi Belajar antar Siswa (X2) dan variabel terikat diwakili oleh Keterampilan Pemecahan Masalah IPAS (Y). Tahapan analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) memeriksa jawaban dari responden sesuai dengan kriteria jawaban yang telah ditetapkan (2) menentukan nilai dari jawaban responden sesuai dengan kriteria jawaban yang ditetapkan sebelumnya (3) melakukan analisis deskriptif untuk mengetahui rata-rata median standar deviasi dan varian data pada masing-masing variabel (4) melakukan uji korelasi serta uji regresi. Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian dapat dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian melalui uji F dapat disimpulkan secara simultan (bersama-sama) bahwa literasi digital (X1) dan interaksi belajar antar siswa (X2) berkontribusi terhadap keterampilan memecahkan masalah IPAS (Y) atau berarti signifikan. Nilai skor F sebesar 7.146 dan skor signifikansi 0 001 lebih kecil dari 0 05 maka keputusannya pengujian secara individual dapat dilakukan. Adapun nilai VIF (Varians Inflation Factor) yang diinginkan adalah kurang dari 5. Nilai Statistics VIF yaitu 1 016 berada di bawah 5 dengan batas umum digunakan adalah 1-5 sehingga bisa diterjemahkan bahwa ketergantungan antara variabel bebas cukup tinggi dan menunjukkan adanya multikolinieritas yang signifikan. Kemudian nilai toleran (Collinearity Tolerance) lebih besar dari 0 01 yaitu 0 984 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas. Bisa pula dikatakan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini valid dan andal. Ketiga nilai yaitu constant yang merupakan nilai alpha (alpha) dari persamaan regresi sebesar 0 213 berikutnya koefisien regresi dari variabel bebas literasi digital sebesar 0 144 dan koefisien regresi dari variabel bebas interaksi belajar antar siswa sebesar 0 148. Sehingga model regresi bisa dituliskan menjadi rumus berikut Y 0 213 0 144X1 0 148X2. Artinya apabila literasi digital dan interaksi belajar antar siswa bernilai 0 maka keterampilan pemecahan masalah IPAS sebesar 0 213. Hasil ini signifikan pada alpha 5%. Sedangkan beta 1 0 144 artinya dengan asumsi interaksi belajar antar siswa bernilai tetap (tidak berubah) maka setiap peningkatan literasi digital sebesar 1 satuan akan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah IPAS sebesar 0 144. Selanjutnya beta 2 0 148 artinya dengan asumsi literasi digital bernilai tetap (tidak berubah) maka setiap peningkatan interaksi belajar antar siswa sebesar 1 satuan akan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah IPAS sebesar 0 148. Berdasarkan proses penelitian dan pengujian data menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa literasi digital dan interaksi belajar antar siswa bersama-sama berkontribusi positif dan signifikan terhadap keterampilan memecahkan masalah IPAS siswa kelas IV SD di Kecamatan Waru. Nilai standar koefisien variabel literasi digital lebih besar dan lebih dominan dibandingkan dengan variabel interaksi belajar antar siswa. Adapun nilai korelasi antara literasi digital dan interaksi belajar antar siswa terhadap keterampilan memecahkan masalah IPAS cukup kuat.