Disertasi
Penalaran prediktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah data / Lathifaturrahmah
Abstrak
Penalaran prediktif merupakan penalaran yang melibatkan masalah prediksi. Sejauh ini beberapa penelitian belum secara eksplisit menjelaskan penalaran prediktif dalam menyelesaikan masalah data. Penelitian-penelitian tersebut menyatakan bahwa aspek prediksi ini masih kurang diperhatikan oleh para peneliti pendidikan matematika dibandingkan dengan aspek penalaran lainnya. Oleh karena itu peneliti menggali lebih dalam lagi tentang penalaran prediktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah data. Penemuan komponen penalaran prediktif dapat memberikan kontribusi teori baru dalam pengembangan pengetahuan tentang kemampuan penalaran prediktif mahasiswa saat membaca memahami dan menginterpretasikan data. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penalaran prediktifmahasiswa dalam memecahkan masalah data. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 112 mahasiswa yang berasal dari Universitas Islam Negeri Antasari dan Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui pemberian masalah prediktif pengerjaan masalah dengan think-aloud penggalian lebih dalam lagi dengan wawancara. Dari berbagai sumber dianalisis untuk memperoleh pola penalaran prediktif yang didasarkan pada kerangka teori yang diajukan ditemukan bahwa komponen penalaran prediktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah data meliputi memahami masalah data mengoordinasikan antar komponen menentukan pola dan menentukan prediksi. Selanjutnya ditemukan pula terdapat dua tipe penalaran prediktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah data.Tipe pertama yaitu penalaran prediktif analitik dan tipe kedua yaitu penalaran prediktif intuitif. Penalaran prediktif analitik mahasiswa dalam memecahkan masalah data dimulai dari membaca data mengamati data berupa diagram garis dan tabel kemudian subjek membuat representasi grafik dan tabel menjadi representasi tabel dan verbal. Dalam hal ini mahasiswa melakukan transnumerasi data. Selanjutnya mahasiswa mengidentifikasi yang diketahui dan ditanyakan sekaligus mahasiswa dapat menentukan variabel-variabel yang terdapat pada soal. Dalam mengoordinasikan antar komponen mahasiswa mengoordinasikan nilai variabel terhadap variabel lainnya dan mengoordinasikan perubahan arah variabel yang satu dengan variabel lainnya serta mengoordinasikan jumlah perubahan variabel yang satu terhadap variabel lainnya. Dalam menentukan pola mahasiswa menghitung selisih dari masing-masing bilangan dengan cara mengurangkan bilangan kedua dengan bilangan pertama. Mahasiswa cenderung menggunakan strategi rekursif menentukan pola seluruhnya berupa pola bilangan aritmatika kemudian menerapkan pola yang diperoleh pada bulan yang diminta untukmembuat jumlah prediksi. Dalam menentukan prediksi mahasiswa menentukan prediksi berupa kecenderungan pola menentukan prediksi berdasarkan pola yang ditemukan serta melakukan evaluasi prediksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi prediksi pada bulan berikutnya. Mahasiswa pada tipe penalaran prediktif intuitif dalam memahami masalah data mengawali dari mengamati data berupa diagram garis dan tabel kemudian mahasiswa membuat representasi grafik dan tabel menjadi representasi verbal. Mahasiswa pada tipe ini melakukan transnumerasi data. Selanjutnya mahasiswa mengidentifikasi yang diketahui dan ditanyakan dan juga dapat menentukan variabel-variabel pada soal walau tidak mampu menyebutkan jenis-jenis variabel secara eksplisit. Selanjutnya mahasiswa mengoordinasikan antar komponen dengan mengoordinasikan perubahan variabel terhadap variabel lainnya mengoordinasikan perubahan arah variabel yang satu dengan variabel lainnya. Selanjutnya dalam menentukan pola mahasiswa menentukan pola berdasarkan dugaan untuk mengarah pada prediksi yang diminta. Sedangkan dalam menentukan prediksi mahasiswa menentukan prediksi berupa kecenderungan pola atau prediksi berupa jumlah prediksi. Mahasiswa menentukan prediksi berdasarkan asumsi berupa tren dari grafik tanpa melibatkan analitik dalam menentukan prediksi. Dalam hal ini mahasiswa melibatkan dugaan tentang trend jumlah kasus Covid-19 berdasarkan pengalaman pribadi atau pengamatan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.