Tesis
Evaluasi implementasi model pembelajaran teaching factory dalam pembelajaran berbasis perubahan teknologi di SMKN 8 Malang / Alfi Rohmah
Abstrak
Pengembangan program pendidikan SMK adalah menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja memiliki kepemimpinan yang tinggi disiplin profesional handal di bidangnya dan produktif. Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai program pendidikan salah satu program prioritasnya adalah mewujudkan visi menciptakan manusia yang berkarakter dengan program pengembangan model pembelajaran teaching factory. Dengan menerapkan pembelajaran teaching factory diharapkan akan meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri/jasa sehingga akan berdampak pada penguatan daya saing tenaga kerja dan industri di Indonesia. Model evaluasi CIPP meliputi aspek context meliputi kebijakan sekolah terhadap perubahan teknologi dan tujuan adanya perubahan teknologi. Aspek input meliputi peningkatan sarana prasarana adanya perubahan teknologi dan penyesuaian kurikulum terhadap perubahan teknologi. Aspek process meliputi kesiapan guru terhadap perubahan teknologi kompetensi guru terhadap perubahan teknologi kesiapan siswa terhadap perubahan teknologi dan perubahan teknologi dalam pembelajaran teaching factory. Aspek product meliputi keterserapan produk. Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Desain penelitian ini dipilih dengan pertimbangan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran teaching factory dalam pembelajaran berbasis perubahan di SMKN 8 Malang. Pada penelitian ini model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context Input Process dan Product). Pendekatan kualitatif diperoleh data melalui observasi wawancara dan studi dokumen pada koordinator teaching factory guru dan staf humas serta angket yang diberikan pada siswa. Hasil penelitian pada aspek context indikator kebijakan sekolah terhadap perubahan teknologi dengan cara sinkronisasi kurikulum dengan industri. Aspek context indikator tujuan adanya perubahan teknologi supaya siswa masih mendapatkan ilmu terbaru. Aspek input indikator peningkatan sarana prasarana adanya perubahan teknologi dilakukan evaluasi setahun sekali kemudian dianggarkan yang akan diimplementasikan pada tahun depan. Aspek input indikator penyesuaian kurikulum terhadap perubahan teknologi sudah dirancang bersama industri dalam satu tahun sekali. Aspek process indikator kesiapan guru terhadap perubahan teknologi dengan cara sekolah menyediakan program industri mengajar guru magang dan pelatihan. Aspek process indikator kompetensi guru terhadap perubahan teknologi mencakup pemahaman dan keterampilan guru dalam menghadapi tantangan serta peluang yang muncul akibat perkembangan teknologi. Aspek process siswa terhadap perubahan teknologi didapatkan dengan tingkat adaptabilitas siswa terhadap perubahan. Aspek process indikator perubahan teknologi dalam pembelajaran teaching factory dilakukan dengan cara sinkronisasi kurikulum dengan industri. Aspek product indikator ketersarapan produk mini ISP sudah sama dengan yang dikerjakan industri. Sedangkan produk pembuatan website masih belum ada pelanggan nyata dari masyarakat. Untuk penyiram tanaman otomatis sudah sesuai dengan permintaan pelanggan.