Tesis
Pengaruh model problem-based learning dipadu dengan reading questioning answering terhadap literasi informasi, keterampilan problem-solving, dan self-confidence pada pembelajaran biologi / Rifanissa Eka Pratiwi
Abstrak
Perkembangan zaman yang selaras dengan pesatnya kemajuan teknologi berdampak pada kemudahan akses informasi secara luas dan tidak terbatas sehingga menjadi tantangan besar bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi yang berkualitas. Salah satu keterampilan yang perlu diasah adalah literasi informasi. Informasi membantu peserta didik untuk memahami masalah dalam berbagai sudut pandang sebelum akhirnya memutuskan solusi yang akan digunakan. Kemampuan untuk menemukan atau mengembangkan solusi efektif dalam menghadapi masalah nyata didefinisikan sebagai keterampilan problem-solving. Keterampilan problem-solving membantu peserta didik untuk menghadapi kompleksitas permasalahan nyata yang tidak menentu melalui berbagai solusi yang ditemukan. Kemampuan penyelesaian masalah atau tantangan yang baik dapat memberikan rasa percaya diri kepada peserta didik bahwa dirinya mampu menyelesaikan masalah yang serupa di masa depan. Sikap positif yang meyakini kemampuan dan kelebihan diri sendiri untuk mencapai tujuan dalam hidup disebut sebagai self-confidence atau kepercayaan diri. Literasi informasi keterampilan problem-solving dan self-confidence dapat dilatihkan melalui penerapan model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik yaitu Problem-Based Learning dipadu dengan Reading Questioning Answering (PBL-RQA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas model PBL-RQA terhadap literasi informasi keterampilan problem-solving dan self-confidence peserta didik. Jenis penelitian adalah quasi experiment yang menggunakan the nonrandomized control-group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah 96 peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri 1 Kamal di Kab. Bangkalan Jawa Timur yang terdistribusi menjadi tiga kelas yaitu VIII A (kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model PBL-RQA) VIII C (kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model PBL) dan VIII D (kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model RQA). Literasi informasi diukur menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda keterampilan problem-solving diukur menggunakan instrumen tes berupa uraian dan self-confidence diukur menggunakan angket yang berisikan pernyataan positif dan negatif. Seluruh instrumen pengukuran diberikan melalui google form kemudian hasil yang telah diperoleh dianalisis menggunakan uji ANCOVA dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai posttest literasi informasi (54 94) keterampilan problem-solving (70 72) dan self-confidence (72 13) pada kelas PBL-RQA lebih tinggi daripada kelas PBL dan RQA. Peserta didik yang dibelajarkan menggunakan PBL memiliki rerata nilai posttest literasi informasi sebesar 48 03 keterampilan problem-solving sebesar 61 16 dan self-confidence sebesar 71 13. Sementara itu peserta didik yang dibelajarkan menggunakan RQA memiliki rerata nilai posttest literasi informasi sebesar 43 09 keterampilan problem-solving sebesar 60 22 dan self-confidence sebesar 63 94. Model PBL-RQA berpengaruh secara signifikan terhadap literasi informasi keterampilan problem-solving dan self-confidence peserta didik. Model PBL juga diketahui memberikan pengaruh yang sama dengan PBL-RQA terhadap literasi informasi dan self-confidence. Meskipun demikian PBL-RQA dapat dijadikan solusi alternatif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama penerapan PBL-RQA yaitu memberikan apersepsi dan ice breaking untuk memotivasi minat belajar peserta didik serta perlunya optimalisasi waktu selama presentasi diskusi dan penilaian tugas ringkasan.