Skripsi
Analisis risiko pekerjaan teknik pengelasan di bengkel pengelasan SMK Negeri 2 Tulungagung dengan metode risk assessment / Zulfikor Ilham Berliano
Abstrak
SMK merupakan jenjang sekolah yang berbasis pada ketrampilan. Setiap SMK pasti memiliki jurusan atau bidang keahlian yang berbeda. Salah satu jurusan atau bidang keahlian yang kini banyak diminati serta memiliki potensi tinggi dalam bidang industri yaitu jurusan pengelasan. Tidak semua SMK memiliki jurusan ini dimana SMK Negeri 2 Tulungagung merupakan salah satu sekolah yang memiliki jurusan ini. Walau banyak peminat jurusan pengelasan di SMK Negeri 2 Tulungagung memiliki beberapa kendala yang perlu diperhatikan seperti minimnya pemahaman dan perhatian siswa terhadap identifikasi dan analisis risiko pengelasan serta pengendaliannya tidak diperhatikan dengan baik K3 yang diterapkan serta kurang lengkapnya APD yang tersedia sebagai pengendali risiko yang ada. Untuk itu dilakukan penelitian analisis risiko pekerjaan teknik pengelasan di SMK Negeri 2 Tulungagung untuk mengetahui apa saja risiko yang ada pada praktik pengelasan di SMK Negeri 2 Tulungagung. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan satu variabel yaitu risiko pekerjaan pengelasan di SMK Negeri 2 Tulungagung. Adapun metode yang dipakai yaitu Risk Assessment dan metode analisis yang digunakan yaitu metode Risk Register. Sasaran penelitian adalah 33 siswa kelas XI TPL 2 di SMK Negeri 2 Tulungagung. Pengambilan data menggunakan angket dengan 12 risiko yang diukur dengan tingkat keparahan dan tingkat keseringan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2023 maka diperoleh tingkat keparahan dan tingkat keseringan. Kedua hasil ini kemudian dianalisis dengan menggunakan Risk Register dan dicocokan dengan tabel peringkat risiko yang ada. Hasilnya terdapat enam risiko dengan tingkat tinggi empat risiko dengan tingkat sedang dan juga dua risiko tingkat rendah serta tidak ada risiko dengan tingkat ekstrem atau berat. Setelah diketahui peringkat risiko kemudian ditentukan pengendalian berdasarkan kebutuhan serta mengacu pada tabel fungsi dan penggunaan APD agar tidak hanya diketaui tingkatan risiko namun juga pengendalian yang tepat sebagai bentuk pencegahan.