Tesis
Pengaruh e-scaffolding dalam inquiry based-flipped physics classroom (e-ifpc) terhadap peningkatan level scientific reasoning dan pemahaman konseptual siswa SMA pada materi energi dan momentum / Annisa Ulfa Yana
Abstrak
Implementasi e-scaffolding dalam pembelajaran fisika dengan Inquiry based-Flipped Classroom memberikan tantangan sekaligus potensi besar bagi pendidik dan peneliti untuk mengembangkan pembelajaran fisika pasca pandemi yang efektif dan efisien. Namun dalam praktiknya masih sedikit penelitian pendidikan yang menggunakan rancangan pembelajaran fisika dengan IFC (Inquiry based-Flipped Classroom) atau bahkan E-IFPC (E-scaffolding in Inquiry based-Flipped Physics Classroom). Selain itu sebagian besar penelitian pendidikan sains juga selalu terpaku terhadap analisis upaya peningkatan SR atau pemahaman konseptual secara umum. Tetapi tidak banyak literasi ilmiah atau studi empiris yang menyajikan secara spesifik tentang progres SR melalui pergeseran tingkat level SR dan pemahaman konseptual. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan SR dan pemahaman konseptual materi energi momentum antara siswa yang belajar dengan e-scaffolding dalam Inquiry based-Flipped Physics Classroom dengan siswa yang hanya belajar dengan Inquiry based-Flipped Physics Classroom 2) untuk mengetahui pengaruh e-scaffolding dalam inquiry based-flipped physics classroom terhadap peningkatan level scientific reasoning siswa 3) untuk mengetahui pengaruh e-scaffolding dalam inquiry based-flipped physics classroom terhadap peningkatan level pemahaman konseptual materi energi-momentum siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest nonequivalent comparison group design yang dilakukan pada 118 siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Rogojampi Taruna Budaya (neksperimen 58 nkontrol 60). Instrumen perlakuan yang digunakan pada penelitian ini berupa Elektronik-Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) dan Elektronik Modul Fisika (E-Mofis) ber-scaffolding yang memanfaatkan LMS (Learning Management System) Moodle. Sedangkan instrumen pengukuran yang digunakan berupa 13 butir soal tes scientific reasoning ( alpha 0 901) serta 15 butir soal tes pemahaman konseptual energi dan momentum ( alpha 0 849). Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dari hasil pretest-posttest scientific reasoning dan pemahaman konseptual topik energi dan momentum siswa. Teknik analisis data statistik deskriptif digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui perbandingan sajian data secara umum. Adapun analisis MANCOVA digunakan untuk menguji hipotesis perbedaan kemampuan SR dan pemahaman konseptual materi energi-momentum siswa pada kedua grup secara umum. Sementara untuk mengetahui perbedaan peningkatan level SR dan pemahaman konseptual antara siswa grup E-IFPC dan IFPC digunakan analisis paired sample t-test. Penelitian ini juga menghitung skor N-gain untuk mengetahui perbedaan peningkatan pada setiap iindikator dan nilai partial eta squared untuk mengetahui besar pengaruh e-scaffolding terhadap masing-masing variabel terikat (SR dan pemahaman konseptual materi energi-momentum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan SR dan pemahaman konseptual materi energi-momentum yang signifikan antara siswa grup E-IFPC dan IFPC. Terdapat pengaruh yang besar dari e-scaffolding terhadap peningkatan level SR siswa yaitu sebesar 58%. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan peningkatan level SR yang signifikan antara siswa yang mendapatkan e-scaffolding dalam inquiry based-flipped physics classroom (E-IFPC) dengan siswa yang hanya mendapatkan pembelajaran inquiry based-flipped physics classroom (IFPC). Pergeseran level SR grup eksperimen juga lebih tinggi dan signifikan dibandingkan dengan grup kontrol. Disisi lain pengaruh e-scaffolding yang sebesar 5 8% tergolong rendah sehingga kurang mampu untuk dapat meningkatkan level pemahaman konseptual materi energi-momentum siswa grup eksperimen secara signifikan. Meski terdapat peningkatan level pemahaman konseptual materi energi dan momentum antara kedua grup dan pada beberapa aspek pemahaman konseptual siswa grup eksperimen lebih tinggi namun secara statistik hasil uji paired t-test menunjukkan tidak ada perbedaan peningkatan dan pergeseran level pemahaman konseptual materi energi-momentum yang signifikan antara siswa dalam grup yang belajar fisika dengan E-IFPC dan siswa dalam grup yang belajar fisika dengan IFPC. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan secara garis besar peneliti menyimpulkan bahwa e-scaffolding dalam pembelajaran fisika Inquiry based-Flipped Physics Classroom (IFPC) pada penelitian ini memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan scientific reasoning daripada kemampuan pemahaman konseptual siswa pada materi energi-momentum