Skripsi
Pengembangan sistem pembelajaran e-learning berbasis gamifikasi pada materi pengelasan smaw posisi 1g dan 2g Kelas xi kompetensi keahlian mekatronika SMKN 8 Malang / Hilmi Mu\'alim
Abstrak
Pengelasan SMAW posisi 1G dan 2G merupakan salah satu materi yang ada dalam mata pelajaran SMBCAE (Sistem Mekatronika Berbasis Computer Aided Engineering) pada Kompetensi Keahlian Mekatronika kelas XI di SMKN 8 Malang. Dalam proses pembelajaran media pembelajaran berperan penting sebagai sarana penyalur atau penyampai materi kepada siswa. Media pembelajaran yang baik yaitu media pembelajaran yang mampu membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Pelaksanaan pembelajaran pada materi pengelasan SMAW posisi 1G dan 2G kelas XI Mekatronika di SMKN 8 Malang masih menggunakan metode ceramah akses materi dan video pembelajaran pun masih minim serta metode pengerjaan ujian/ soal yang belum efektif membuat proses pembelajaran masih belum maksimal. Dengan dikembangkannya media pembelajaran e-learning berbasis gamifikasi ini diharapkan dapat membantu guru maupun siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pada materi pengelasan SMAW posisi 1G dan 2G. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode research and development (R amp D) dengan model ADDIE yang memiliki lima tahap yaitu (1) Tahap analyze yaitu proses analisis potensi masalah serta materi dan media pembelajaran yang dibutuhkan (2) Tahap design yaitu pembuatan rancangan media pembelajaran berdasarkan analisi yang telah dilakukan (3) Tahap development yaitu pembuatan materi dan media pembelajaran yang selanjutnya akan menghasilkan produk akhir sesuai berdasarkan penilaian masukan dan revisi dari ahli media yaitu dosen DTMI FT UM dan ahli materi yaitu guru pengampu mata pelajaran SMBCAE kelas XI (4) Tahap implementation yaitu pelaksanaan uji coba produk dalam skala kecil dan besar oleh responden/ siswa yaitu siswa kelas XI Mekatronika A dan (5) Tahap evaluation yaitu evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian pengembangan dan produk yang dihasilkan. Hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan selanjutnya dikaji untuk mengukur apakah produk media pembelajaran yang dihasilkan layak untuk digunakan dan diterapkan pada proses pembelajaran. Hasil penilaian oleh validator ahli media diperoleh persentase 95 83% dengan kategori ldquo sangat layak rdquo . Hasil Penilaian oleh validator ahli materi diperoleh persentase 81 87% dengan kategori ldquo sangat layak rdquo . Hasil uji coba kelompok kecil yang dilaksanakan oleh 6 orang siswa diperoleh hasil persentase 92 85% dengan kategori ldquo sangat valid rdquo . Hasil uji coba kelompok besar yang dilaksanakan oleh 25 orang siswa diperoleh persentase 93 7% dengan kategori ldquo sangat valid rdquo . Berdasarkan hasil persentase tersebut produk yang dihasilkan layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.