UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Proses belajar perempuan pandalungan dalam merespon budaya paternalistik (studi multisitus di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo) / Titah Fatimah Zahra

Zahra, Titah Fatimah - Nama Orang;

Abstrak
Budaya paternalistik selama ini menjadi ciri dari masyarakat patriarki yang menempatkan perempuan sebagai makhluk subordinari dengan kedudukannya lebih rendah dari laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan guna melihat bagaimana proses belajar perempuan pandalungan dalam merespon budaya paternalistik dengan studi multisitus di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Tujuan penelitian ini sendiri dibagi menjadi dua yaitu 1) untuk melihat motif perempuan pandalungan tidak mau berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan 2) bagaimana proses belajar yang dilakukan perempuan pandalungan untuk keluar dari budaya paternalistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model pendekatan studi multisitus dan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 8 orang perempuan di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan . Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu tahap pengumpulan data tahap reduksi data tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah motif perempuan pandalungan di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo tidak mau berkontribusi dalam pembangunan di masyarakat dikarenakan adanya ketimpangan antara keinginan dan kemampuan yang dimiliki serta dukungan keluarga dan masyarakat yang mempengaruhi pengambilan keputusan perempuan pandalungan. Proses belajar perempuan pandalungan di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo untuk keluar dari budaya paternalistik dilihat melalui tiga proses belajar masyarakat terhadap budaya yaitu yang pertama proses perempuan pandalungan meyakini menumbuhkan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada yang disebut proses internalisasi kedua proses perempuan pandalungan berinteraksi dengan lingkungan sosial sehingga dapat menentukan nilai yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan disebut proses sosialisasi dan ketiga proses perempuan pandalungan menambah pengalaman serta pemahaman melalui adat istiadat dan kebiasaan yang dilakukan yang disebut proses enkulturasi dimana antara perempuan pandalungan di Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo memiliki proses belajar yang sebagian besar mirip meskipun tidak sama persis.


Informasi Detail
DDC
Rt 305.407 ZAH p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 2023.
Deskripsi Fisik
xii, 153 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00113/RT/24
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2023
Subjek
1. BUDAYA PATERNALISTIS - PROSES BELAJAR
2. PEREMPUAN PENDALUNGAN
3. PATERNALISTIC CULTURE - LEARNING PROCESS

Pembimbing
1. Dr. Sri Wahyuni, M.pd;2. Dr. Ellyn Sugeng Desyanty, S.pd, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik