Tesis
Evaluasi pelaksanaan program pembelajaran teaching factory pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Islam 1 Blitar dan SMK PGRI Wlingi melalui model cipp / Erdita Anggraini
Abstrak
Teaching factory adalah suatu metode pembelajaran yang diimplementasikan dalam lingkungan yang mencerminkan kondisi sebenarnya di DUDIKA. Tujuannya adalah untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan DUDIKA dan pengetahuan yang diperoleh oleh siswa di SMK. Teaching factory berperan sebagai jembatan dua arah yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dunia pendidikan dan DUDIKA. Dengan pendekatan ini topik-topik terkait manufaktur menjadi landasan untuk menciptakan sinergi baru antara akademisi dan DUDIKA. Pertukaran pengetahuan dua arah ini memfasilitasi berbagi ide dan solusi baru mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk memahami serta menguji solusi serta memperdalam pemahaman tentang dunia industri dan dunia akademis melalui inovasi dalam proses produksi dan penyelesaian masalah sesuai dengan situasi dunia nyata. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (2017) mengungkapkan terdapat prinsip dari model pembelajaran teaching factory diantaranya adalah 1) efisien 2) efektif 3) keterpaduan serta 4) kolaborasi dengan dunia usaha atau dunia industri. Teaching factory memiliki dampak yang sangat positif dalam mencapai kesiapan siswa dalam memeasuki dunia industri sehingga dalam pelaksanaannya perlu ada evaluasi. Hakan amp Seval (2011) menyatakan bahwa model evaluasi yang dapat digunakan ada berbagai macam. Namun yang paling banyak digunakan adalah model evaluasi konteks masukan proses keluaran (Context Input Process Product) atau yang biasa disebut dengan model evaluasi CIPP. Penelitian mengenai Evaluasi Pelaksanaan Program Pembelajaran Teaching Factory pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Islam 1 Blitar dan SMK PGRI Wlingi melalui Model CIPP menggunakan jenis penelitian studi multikasus. Informan yang akan menjadi narasumber wawancara yaitu Wakasek Bidang Kurikulum Kepala Program Keahlian Teknik Pemesinan Guru Produktif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang mana adanya keharusan peneliti untuk hadir di latar penelitian untuk melihat dan mengamati secara langsung. Hasil penelitian didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama teaching factory ditinjau dari aspek context dalam pelaksanaan teaching factory teaching factory terdapat keseuaian dengan visi misi SMK tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri. Kedua teaching factory ditinjau dari aspek input siswa dan guru harus siap dari segi kompetensi mental dan fisik. Kelengkapan sarana prasarana dan SOP harus sesuai dengan kondisi di industri. Dana untuk operasional teaching factory disiapkan oleh sekolah dengan bantuan dari pemerintah dan industri. Ketiga teaching factory ditinjau dari aspek process teaching factory dikelola oleh guru dan siswa. Lay-out bengkel serta aktifitas siswa dan guru berjalan sesuai dengan kondisi real di DUDIKA. Quality Control tidak hanya dilakukan pada produk hasil teaching factory akan tetapi pada proses pengerjaan juga ada penjaminan mutu melalui SOP. QC dilakukan oleh siswa pada aspek pengukuran dan dicek kembali oleh guru selaku supervisor. Keempat teaching factory ditinjau dari aspek product ketercapaian tujuan dari teaching factory sejauh ini sudah tercapai. Performance dan kualitas produk sudah sesuai dengan DUDIKA.