Skripsi
Pengembangan media pembelajaran audio podcast sejarah nasional (podsenas) materi perang diponegoro untuk Kelas xi SMK Yadika 12 Depok / Terry Hudya Akbar
Abstrak
Berdasarkan hasil observasi yang mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pembelajaran pada sasaran penelitian yaitu kelas XI di SMA Yadika 12 Depok ditemukan adanya potensi untuk mengembangkan metode dan penggunaan media belajar yang yang inovatif dan efektif lalu mengeksplor strategi pengajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa serta dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran sejarah di kelas. Selain itu terdapat masalah yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah yaitu media pembelajaran yang kurang bervariasi. Media yang digunakan dianggap monoton oleh peserta didik dan metode penyampaiannya pun menggunakan metode ceramah. Berangkat dari potensi dan masalah yang ada tujuan daripada penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan suatu produk media pembelajaran yaitu PODSENAS yang diadaptasi dari model pembelajaran berbasis digital yang signifikan setelah pandemik Covid-19 di awal tahun 2020. Dengan PODSENAS sebagai media yang inovatif dapat menarik minat siswa dalam proses pembelajaran sejarah serta dapat mengatasi permasalahan yang didapati saat melakukan observasi. Penelitian dan pengembangan PODSENAS menggunakan sepuluh model penelitian dan pengembangan oleh Sugiyono (2016). Sepuluh model tersebut terdiri dari (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisi desain (6) uji coba produk (7) revisi produk (8) uji coba pemakaian (9) revisi produk dan (10) produksi massal. Akan tetapi pengembangan media PODSENAS dilakukan hanya dengan sembilan langkah. Langkah kesepuluh yaitu produksi massal tidak dilaksanakan karena PODSENAS sudah dapat diakses secara daring dan digunakan secara luas. Media pembelajaran PODSENAS yang telah dihasilkan mengusung materi Perang Diponegoro. Berdasarkan hasil validasi materi media pembelajaran PODSENAS memperoleh nilai persentase kevalidan sebesar 98% sementara hasil dari validasi media sebesar 93%. Kedua hasil validasi ini tidak mendapat 100% karena ada beberapa penilaian indikator yang tidak sempurna. Maka berdasarkan kriteria nilai validitas dapat dikatakan sangat valid dan sangat layak diujicobakan kepada subjek penelitian. Saat diujicobakan di kelas XI SMA Yadika 12 Depok uji coba kelompok kecil memperoleh persentase kelayakan sebesar 86 2%. Selanjutnya dilakukan uji coba kelompok besar yang memperoleh nilai persentase kelayakan produk sebesar 91 88%. Fakta yang didapat dari uji coba PODSENAS membantu siswa memahami materi dengan lebih baik siswa dapat belajar secara mandiri dengan mengaksesnya di mana saja dan kapan saja serta hasil angket respon siswa yang didapat pada saat uji coba baik dalam kelompok kecil maupun besar menunjukkan bahwa produk media PODSENAS sangat valid dan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran.