Skripsi
Peranan tarekat syadziliyah terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Tulungagung tahun 2005-2020 / Luthfi Zul Hazmi
Abstrak
Secara historis tasawuf pada awalnya diajarkan oleh para sufi individual kemudian membentuk sebuah lembaga yang dikenal dengan nama Tarekat. Tarekat terbentuk karena kondisi sulit yang dihadapi umat Islam. Kondisi sulit tersebut adalah beberapa pejabat khalifah yang mengalami masalah internal dan perang yang dihadapi umat Islam. Dalam memimpin dan mengelola Tarekat para mursyid pemimpin tarekat memiliki peran berupa pengembangan ilmu pengetahuan terlibat aktif dalam politik pemerintahan serta dalam memberdayakan murid Tarekat. Tarekat Syadziliyah yang persebarannya mencapai Kabupaten Tulungagung merupakan ijazah dari Kyai Abdur Rozaq yang diberikan kepada Syekh Mustaqim. Berawal dari Syekh Mustaqim Tarekat Syadziliyah berkembang di Kabupaten Tulungagung yang kemudian ke-mursyidan diteruskan kepada Kyai Abdul Jalil dan Syekh Sholahuddin. Jumlah murid mengalami peningkatan setelah dipimpin oleh Kyai Abdul Jalil kemudian Syekh Sholahuddin. Peningkatan jumlah murid ini mendorong Syekh Sholahuddin dan para pengurus Pondok untuk melakukan penataan dalam bidang sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan peran Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesulukan Tarekat Agung. Pada periode kemursyidan Syekh Sholahuddin Tarekat Syadziliyah menciptakan fungsi ndash fungsi sosial baru. Fungsi ndash fungsi sosial itu berupa fungsi jaringan Tarekat keanggotaan tarekat dan dilakukannya penataan pada bidang sosial ekonomi. Penataan dimulai dari dibentuknya database yang berisikan data anggota aktif Tarekat Syadziliyah dan didirikannya Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah milik Pondok PETA sebagai mekanisme perokonomian untuk jamaah Tarekat dan masyarakat sekitar. Ajaran-ajaran Tarekat Syadziliyah mengaajarkan kehidupan beragama tanpa melupakan kehidupan duniawi sehingga menciptakan suasana baru dan dampak positif dalam menjalankan kehidupan beragama. Dengan demikian membuat tarekat mampu mengikuti perkembangan zaman.