Skripsi
Pola kekerasan terhadap etnis tionghoa pada periode revolusi tahun 1947-1949 di Malang / Gladys Cheryl Dharmawan
Abstrak
Surat kabar Algemeen Handelsblad tahun 1947 memuat informasi mengenai pembantaian 21 orang Tionghoa di Malang yang dibakar hidup-hidup. Ada pula surat kabar Arnhemsche Courant pada tahun yang sama memuat informasi mengenai pembantaian yang terjadi di Malang pada tanggal 31 Juli. Kedua surat kabar tersebut menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat etnis Tionghoa pada masa Revolusi menjadi target tindak kekerasan. Artikel ini memberi gambaran mengenai pola kekerasan yang terlihat dari beberapa elemen berupa timing bentuk pelaku dan korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menggunakan sumber primer berupa arsip (surat kabar dan foto). Kekerasan terhadap etnis Tionghoa yang hanya memuncak pada saat kondisi agresi bentuk kekerasan yang dilakukan secara bertahap serta pelaku yang terbagi ke dalam kelompok laskar dan militer dan hanya menargetkan korban dengan kelas sosial tertentu memberikan sebuah kesimpulan berupa pola kekerasan yang dilakukan secara terstruktur.