Skripsi
Determinan fraudulent financial reporting: perspektif fraud hexagon theory / Miftakhul Aziz Iman Talibrata
Abstrak
Fraud telah menjadi ancaman ekonomi nasional maupun internasional bagi seluruh negara di dunia. Praktik kecurangan di Indonesia baru-baru ini melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terindikasi memanipulasi laporang keuangannya. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab adanya kecurangan. Oleh karena itu sebagai langkah pencegahan maka sangat penting untuk mengkaji faktor-faktor penyebab kecurangan yang terjadi pada perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah teori Fraud Hexagon bisa dipergunakan sebagai alat indikasi terjadinya kecurangan pada laporan keuangan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode (2019-2022). Hipotesis diuji melalui metode analisis regresi data panel. Penelitian didapatkan hasil yaitu stabilitas keuangan sebagai proksi dari variabel pressure dan rasio dewan komisaris independent sebagai proksi variabel opportunity berpengaruh pada potensi terjadinya fraudulent financial reporting. Meskipun hanya 2 dari total 6 hipotesis yang terbukti diterima secara tidak langsung menyiratkan bahwa ketika perusahaan menghadapi masa sulit maka perusahaan berpotensi melakukan kecurangan. Oleh karena itu pemerintah perlu memantau dan mengambil kebijakan untuk mencegah tindakan tersebut khususnya pada BUMN selaku perusahaan milik pemerintah